KH Darodji : Kampanye Jangan Gunakan Ayat Alquran dan Hadist

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Darodji mengimbau, pelaksanaan kampanye Pemilu 2019, baik pemilu presiden maupun legislatif, tidak menggunakan ayat Alquran dan Hadist.

”Kami khawatir apabila hal itu dilakukan akan terjadi perang ayat dan Hadist,” katanya di sela-sela acara Konsolidasi MUI se-Jawa Tengah di ruang Rama Shinta Hotel Patra Semarang, kemarin.

Dalam kesempatan itu juga ditandatangani dan dibacakan pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Jateng dan pimpinan Ormas Islam Jateng.

Selain KH Ahmad Darodji, tampil sebagai pembicara Sekretaris Komisi Fatwa, KH Fadlolan Musyafa, dan Sekretaris Umum Dewan Pertimbangan MUI Pusat, KH Noor Achmad.

Sementara itu Sekretaris Komisi Fatwa, KH Fadlolan Musyafa, meminta masjid untuk digunakan sebagai tempat ibadah dan membicarakan masalah-masalah sosial kesejahteraan masyarakat.

”Jangan gunakan masjid untuk kepentingan politik, menghujat dan menghembuskan kebencian. Tebarkan kesalehan sosial dan kedamaian dari dalam masjid,” katanya.

Mengenai pro-kontra KHM Ma’ruf Amin harus berhenti atau tidak dari jabatan Ketua Umum MUI Pusat, Sekretaris Umum Dewan Pertimbangan MUI Pusat KH Noor Achmad menjelaskan, dalam PD PRT MUI disebutkan Ketua Umum dan Sekjen tidak boleh merangkap jabatan di lembaga politik praktis.

”Pemahaman kami sekarang Kiai Ma’ruf belum jadi apa-apa baru calon. Nanti kalau sudah jadi pasti akan ada sikap yang jelas,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *