Jelang Idul Adha, Dispertan Gelar Sidak Pedagang Hewan Kurban

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang gelar inspeksi mendadak (sidak) para pedagang hewan kurban jelang Idul Adha 1439 Hijriyah, Rabu (15/8).

Dispertan menemukan enam ekor kambing yang belum layak dijadikan hewan kurban, lantaran belum powel atau belum berusia dua tahun di tempat penjualan hewan kurban di kawasan Jalan Jolotundo, tepatnya selatan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana mengatakan masih ada kambing yang belum layak, karena belum powel. “Mungkin bisa dijual untuk yang lain, kalau untuk kurban belum boleh,” ungkapnya.

Rusdiana menambahkan, untuk kriteria kambing yang layak dijual sebagai hewan kurban, antara lain kulitnya halus, memiliki fisik bagus, cukup umur atau lebih dari dua tahun, serta tidak cacat.

“Yang terpenting juga harus mengantongi izin kesehatan dari tempat asal. Kalau ada suratnya baru diizinkan dijual di Semarang,” ujarnya.

Rusdiana mengimbau para pedagang agar bisa memberikan informasi secara transparan kepada pembeli. Hal ini untuk menghindari adanya penipuan, sehingga jangan sampai konsumen mendapatkan hewan yang belum layak sebagai hewan kurban.

“Ini sudah kita antisipasi. Begitu kita temukan, kita berikan penyuluhan untuk tidak dijual sebagai hewan kurban. Jadi pembeli harus diberi informasi yang sesuai dengan syariat Islam dan syarat aman sehat utuh dan halal (ASUH), kami harapkan konsumen juga jeli ketika memilih hewan kurbannya,” ucapnya.

Sedangkan untuk hewan kurban jenis sapi, pihaknya mengklaim selama menggelar pemeriksaan tidak menemukan sapi yang bermasalah.

Rusdiana menyampaikan seluruh sapi yang dijual di Semarang, sudah layak dijual. Selain itu, hingga saat ini pihaknya juga tidak menemukan adanya sapi pemakan sampah yang dijual sebagai hewan kurban.

“Untuk pengecekan hewan kurban, kami sudah menerjunkan 60 petugas di 16 kecamatan. Mereka sudah melalukan inspeksi sejak dua pekan lalu dan lebih intensif dalam sepekan terakhir. Selama inspeksi tidak ditemukan sapi yang tidak layak,” pungkasnya.

Salah satu pedagang hewan kurban di Jalan Jolotundo, Zainuri, mengaku tetap akan menjual seluruh kambing miliknya. Meski pun dalam sidak yang digelar Dinas Pertanian kambingnya dinyatakan tidak layak dijadikan hewan kurban, karena belum powel.

“Tetap akan saya tawarkan ke pembeli. Kalau pembeli minta kambing yang powel ya saya kasih sesuai permintaan. Pilihannya kan banyak,” ujar Zainuri.

Zainuri berdalih sesuai hadits, kambing yang boleh dijadikan hewan kurban adalah yang cukup umur. Atas dasar itu, dirinya pun bersikukuh seluruh kambingnya layak jual, karena sudah cukup umur. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *