Konferensi PMR Ajang Mengasah Kepemimpinan Remaja

SEMARANG (Asatu.id) – Palang Merah Indoensia (PMI) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira (SMA, SMK, MA) dengan tema Relawan Muda Peduli Sesama dan Peduli lingkungan. Konferensi diikuti oleh 35 siswa perwakilan anggota PMR dari 35 kabupaten-kota di Jawa Tengah, pada 14-16 Agustus 2018.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Relawan Sarwa Pramana, mengatakan bahwa remaja harus memiliki karakter positif dan kuat. “Sebagai remaja dan anggota PMR, harus selalu bersih, sehat, peduli, kreatif, bisa bekerjasama, bersahabat, ceria dan selalu mengasah kepemimpinan,” kata Sarwa saat membuka Konferensi di aula Markas PMI Jawa Tengah – Semarang, Selasa siang (14/8).

Sarwa mengingatkan, sebagai calon pemimpin masa depan, remaja harus selalu mengikuti perkembangan dan tidak meninggalkan budaya Jawa, yang mengedepankan sopan-santun.

“Calon pemimpin masa depan, tidak hanya cukup punya bekal pengetahuan dan keahlian saja, namun juga harus memahami kearifan lokal maupun budaya setempat. Satu daerah dengan daerah lain, tentu memiliki ragam Bahasa dan cara tersendiri, sehingga menghargai budaya masyarakat merupakan hal penting bagi calon pemimpin,” terang Sarwa yang juga Kalakhar BPBD Jawa Tengah.

Gunawan Permadi, Pengurus Bidang Relawan PMI Jateng yang juga menjadi narasumber konferensi, mengingatkan bahwa menggunakan media sosial harus beretika dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Media sosial sangat mudah digunakan dan sangat cepat penyebaran informasinya, sehingga saring informasi yang didapat sebelum sharing atau menyebarkannya,” ingat Gunawan yang juga Pemimpin Redaksi Koran Suara Merdeka.

Saat bencana, informasi dari media sosial lebih cepat tersebar daripada koran maupun saluran berita lainnya. “Kita harus hati-hati dalam ber-media sosial, jangan sampai menjadikan keresahan, misal ada info banjir atau gempa, bila tidak detail dan jelas sumbernya, jangan disebarkan. Harus bijak menyikapi kondisi dan gunakan media sosial untuk memperkuat informasinya, misal tentang kebutuhan yang diperlukan maupun hal lainny yang bersifat positi dan membantu,” jelasnya.

Selama konferensi, peserta diberikan pula bekal tentang penggunaan dan etika menggunakan media sosial, jurnalistik remaja, dan pengenalan lingkungan yakni sekolah sungai. Pembinaan generasi muda berkarakter menjadi program kerja tahunan PMI Jawa Tengah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *