42 Anak Punk Diamankan Satpol PP

SEMARANG (Asatu.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mengamankan 42 anak punk yang berkeliaran di jalanan Kota Semarang.

Razia dilakukan mulai pukul 07.30 menyisir Jalan Arteri Yos Sudarso sampai traffic light Krapyak. Kebanyakan anak-anak tersebut mengamen di jalanan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro PM menerangkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan kebanyakan anak punk mayoritas berasal dari luar Semarang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinsos untuk memulangkan anak punk tersebut ke daerah asal mereka.

“Jika tidak diamankan keberadaan mereka dapat menganggu dan meresahkan masyarakat pengguna jalan,” katanya, Selasa (14/8).

Endro menerangkan, razia tersebut dilakukan karena dirinya mendapatkan laporan dari salah satu pemilik warung di sekitaran Stekom, Krapyak. Menurut pelapor, anak-anak punk yang makan di warung tersebut kerap kali tidak membayar.

”Ini fenomena baru, kemungkinan mereka memiliki komunitas. Karena jumlahnya banyak sekali yang tertangkap dan jadi persoalan sosial baru,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono mendorong agar anak punk tersebut difasilitasi dengan prioritas mereka yang berasal dari Kota Semarang. Menurutnya, taman-taman yang ada saat ini bisa menjadi ruang publik bagi mereka untuk berkreasi.

Menurutnya, Pemkot tidak bisa mengatasi dengan penangkapan atau razia terus menerus. Jika tidak difasilitasi maka akan timbul potensi kriminalitas.

”Kalau di Surabaya kemarin anak punk malah difasilitasi untuk berkreasi dengan mengkolaborasikan seniman,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *