Mendagri Pimpin Apel Pagi di Balai Kota Semarang

SALAMI ASN: Mendagri Tjahjo Kumolo didamping Wali Kota Hendrar Prihadi menyalami aparatur sipil negara (ASN) Kota Semarang seusai memimpin apel pagi, di Balai Kota Semarang, Senin (13/8). (Foto: Humas Pemkot Semarang)

SEMARANG (Asatu.id) – Apel pagi terpusat di halaman Balaikota Semarang tampak berbeda dari biasanya. Hal ini karena yang menjadi pemimpin apel adalah Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo, Senin (13/8).

Mengawali amanatnya, dilansir melalui rilis resmi Pemkot Semarang, Tjahjo menjelaskan kunjungannya ke Pemerintah Kota Semarang untuk memimpin apel ini merupakan yang ke-186 di lingkungan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Indonesia dan kunjungan yang ke-11 di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Dari atas mimbar apel Tjahjo Kumolo menyatakan menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, salah satunya terkait upaya pencegahan korupsi. Adapun Tjahjo menjabarkan jika ada 4 area rawan korupsi yang harus menjadi perhatian, yaitu dalam perencanaan anggaran, pemberian dana hibah dan bansos, pembelian barang dan jasa, serta kebijakan-kebijakan tender.

“Sudah ada 346 kepala daerah seluruh Indonesia mulai kepala daerah, anggota DPRD, jajaran OPD sampai kepala desa dan kepala kelurahan yang tertangkap KPK. Ini merupakan tantangan bangsa,” tegas salah satu Menteri Kabinet Kerja tersebut di hadapan ratusan karyawan karyawati Pemerintah Kota Semarang.

Selain terkait pencegahan korupsi, Menteri Dalam Negeri tersebut juga menaruh harapan besar pada Pemerintah Kota Semarang terkait upaya pencegahan narkoba. Dirinya mengungkapkan adanya peningkatan positif di Kota Semarang dalam hal upaya pencegahan obat terlarang tersebut.

“Saya berharap agar Wali Kota dapat terus berkoordinasi dengan BNN, BIN, Polda, dan Polrestabes untuk melakukan pengecekan dengan Lembaga Pemasyarakatan-Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Semarang maupun perbatasan Semarang”, perintah Tjahjo.

“Jika perlu lakukan sinergi dengan Kabupaten Semarang, Kendal, Grobogan, atau Demak untuk mencari lahan yang luas untuk membangun satu Lembaga Pemasyarakatan bersama,” tegasnya.

Tjahjo Kumolo meminta Pemerintah Kota Semarang terus meningkatkan perhatian terkait permasalahan sosial yang sering melanda masyarakat. Seperti ketimpangan sosial, masalah gizi buruk, kesempatan pendidikan, sanitasi dan kematian ibu hamil, serta keamanan lingkungan dengan terus menyiagakan Poskamling di lingkungan tempat tinggal serta melibatkan Danramil dan BIN.

Selaras, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengamini apa yang dikatakan oleh Menteri yang berasal dari Kota Semarang tersebut. Menurutnya kepala daerah beserta jajaran yang  dipimpinnya harus menyadari jika saat ini sudah eranya keterbukaan.

“Hari ini dengan 10 atau 20 tahun yang lalu sangat berbeda. Hari ini kami seperti bekerja di dalam aquarium sehingga semua mata bisa memandang, bisa melihat, dan bisa melaporkan apabila ada kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan. Jadi sesuai arahan Pak Menteri, kami akan selalu tetap tegak lurus sesuai ketentuan dan tidak main-main dengan yang namanya pungli,” tegasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *