Tingkatkan Kualitas Produksi Padi, Dinas Pertanian Sarankan Petani Gunakan Bahan Organik

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Pertanian Kota Semarang anjurkan petani untuk menggunakan bahan organik untuk pengelolaan persawahan. Hal itu mengingat kualitas bahan organik dinilai sangat baik untuk peningkatan agregat atau kualitas tanah. Selain itu hasil tanaman padi juga memiliki kualitas yang tinggi karena tidak mengandung bahan kimia.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Wahyu Permata Rusdiana mengatakan, penggunaan bahan organik dapat mengembalikan kesuburan tanah. Sementara bahan kimia justru akan menjadikan tanah menjadi padat sehingga tidak baik bagi penanaman padi tahap selanjutnya.

“Penggunaan bahan kimia justru akan merugikan petani dikemudian hari karena dapat menurunkan produktivitas hasil tani, Sementara bahan organik justru akan menjadikan tanah semakin subu,” katanya.

Menurut Rusdiana Harga Eceran Tertinggi (HET) padi organik dapat mencapai harga tertinggi Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu perkilogramnya. Sementara padi biasa hanya berkisar antara Rp 8 ribu hingga Rp 11 ribu perkilogramnya.

“Kami mencoba untuk terus mensosialisasikan dengan membuat 10 hingga 15 lahan percontohan untuk memaksimalkan program tersebut. Bahkan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) turut serta membantu berupa Inbrida Padi Sawah (Inpari) Sidenu,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *