36 Jam menjelajah Kota Jepara

SEMARANG (Asatu.id) – Sekarang ini, cukup sering kita jumpai liburan long weekend di kalender kita. Banyak waktu tersedia untuk menjelajah kota-kota di Indonesia yang beragam dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote. Efektifnya dalam liburan tiga hari, kita hanya punya waktu 36 jam untuk eksplorasi kota. Apa yang akan anda lakukan apabila punya waktu 36 jam untuk menjelajahi kota.

Di tepi laut Jawa, kabupaten yang terkenal dengan sebutan kota ukir ini memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Keindahan ukiran mebel dari Jepara sudah terkenal sampai ke ujung dunia. Selain itu, Jepara juga menjadi salah satu destinasi wisata pantai yang eksotis bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Jepara memiliki banyak hal yang ditawarkan, antara lain perkebunan kopi di lereng gunung muria, pantai berpasir yang cantik untuk dinikmati, makanan khas yang lezat dan kain tenun troso yang indah untuk dibawa pulang serta yang paling menarik adalah keeksotisan kepulauan karimunjawa.

Sebagai kota perdagangan utama di pulau jawa, Jepara juga tertulis di buku sejarah Dinasti Tang dan buku Suma Oriental karangan penulis Portugis bernama Tomé Pires. Jepara juga memiliki tokoh-tokoh berpengaruh, seperti Ratu Kalinyamat dan R.A Kartini. RA Kartini, sosok perempuan tangguh yang menjadi panutan bagi perempuan diseluruh nusantara. Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari perempuan dengan mengenang segudang jasa-jasanya memperjuangkan emansipasi wanita. Dan terima kasih kepada sutradara Film Hanung Bramantyo, yang telah membuat film Kartini dengan latar belakang kota Jepara tempo dulu.

Jumat, Pukul 13.00 siang cek in di Villa Pantai Mororejo

Tengah hari, mobil merapat di pinggir pantai Mororejo masuk disebuah rumah eksotis yang bernama Villa Pantai Mororejo. Panas terik udara Jepara ditebus rindang dan segarnya persinggahan ini. Villa adalah penyebutan untuk penginapan dengan pelataran  pantai pasir putih yang mengembuskan angin segar, sejuk, dan bersih. Sedangkan Pantai Mororejo yang juga dikenal dengan pantai pungkruk adalah pantai yang berada 7 km dari pusat kota Jepara. Pantai ini menjadi tujuan favorit penggemar wisata kuliner. Wisatawan yang datang kesini kebanyakan untuk berwisata kuliner memanjakan lidah dengan menyantap masakan khas Jepara antara lain menyajikan masakan laut (seafood) dengan menu andalan ikan bakar dan pindang serani.

Di Villa, rombongan melepas penat, mengudap berbagai penganan enak khas Jepara seperti Adon-adon Coro dan Orog-orog. Selanjutnya, sebagai menu utama, disajikan menu ikan bakar dan tak  ketinggalan pindang serani.

Pukul 16.30 waktunya mengejar matahari

Di sela-sela menunggu datangnya keindahan romantisme matahari tenggelam, kita bisa melakukan permainan olahraga air seperti Banana Boat, Jetski, dan melihat aktivitas para nelayan, ataupun sekedar berjalan-jalan disepanjang garis pantai. Selain itu sempatkan berpose di selasar yang dikelilingi oleh rindangnya pepohonan. Meskipun letaknya di pesisir pantai utara Jawa Tengah, dengan penataan area hijau yang menawan, Pantai Mororejo menghadirkan suasana yang sejuk dan rindang.

Menuju lokasi sunset, kita tidak perlu berjalan jauh. Tepat di pelataran belakng Villa kita bisa menikmati sunset. Saya semringah begitu melihat pemandangan di depan mata saat sunset. Ekspresi sama terlihat dari wajah wisatawan lainnya. Hamparan Laut, pulau kecil, langit senja dan bentangan jembatan kayu, serta sesekali kapal nelayan berlayar dan burung terbang melintas di langit. Awalnya, saya sedikit kecewa karena matahari masih tertutup awan. Langit masih biru. Lama kelamaan, langit berubah menjadi jingga begitu matahari muncul dari balik awan. Indah. Di lokasi ini disediakan bangku jika ingin menikmati keindahan lanskap alam dan siluet jembatan sambil duduk rileks.

Sabtu, Pukul 06.00 Sarapan di Villa

Melihat matahari terbit dari teras kamar yang terbuka di tepi pantai tentu bukan agenda wajib, tetapi sangat sayang untuk dilewatkan. Udara dingin, tetapi tidak menggigit, mendukung untuk menikmati setiap menit perubahan pemandangan kawasan itu dari gelap berangsur terang hingga pagi benar-benar merekah.

Begitu matahari telah terbangun penuh, tibalah saat menikmati sarapan di beranda terbuka restoran villa. Di luar berbagai menu lezat yang ditawarkan, jangan lewatkan teh hangat. Hangat dan segar dengan rasa teh yang mantap. Apalagi sambil memandang pantai dan kapal-kapal nelayan yang berlabuh di tepi pantai

Pukul 09.00

Meninggalkan kamar villa, kami berjalan kaki ke Jepara Ourland Park. JOP merupakan wisata bahari terbesar dan terlengkap di Jawa Tengah yang diresmikan pada tanggal 10 April 2016. Mengusung tema Eropa dan Timur Tengah, JOP menghadirkan menara seluncuran air yang unik dan berbeda dari seluncuran air lainnya di Indonesia. Jepara Ourland Park memiliki 36 seluncuran air, berdiri di atas lahan seluas 11 hektar dan berkapasitas hingga 20.000 pengunjung. JOP beroperasi selama 365 hari dalam setahun, dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu Rp 60.000 per orang dari hari Senin sampai Jumat, dan Rp 75.000 untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

Pohon di area JOP tinggi-tinggi, beberapa di antaranya bahkan berusia puluhan tahun. Di salah satu sudut taman ada pohon-pohon besar yang berusia lebih dari 10 tahun. Pohon setinggi 10 meter-20 meter itu begitu rimbun dengan daun yang menawan dan rindang. Tepat di bibir taman ada yang berenang, sekadar duduk-duduk, main gokart, main pinball ataupun main wahana air. Keseruan semua wahana yang ada membuat kami lupa waktu hingga menjelang sore.

Pukul 19.00 menikmati kuliner lokal

Salah satu wisata kuliner malam wajib dikunjungi adalah Jepara shopping Center. Kuliner andalannya adalah olahan Seafood antara lain kerang yang direbus dengan bumbu. Kerang telah menjadi ikon, bahkan pemkab Jepara mengapresiasi dengan membuat Tugu Kerang yang ada di Pengkol. JSC yang terletak di sebelah utara alon-alon kota Jepara, biasa disebut dengan tenda putih,  karena memang area kuliner tersebut berada dalam satu tenda putih yang besar. Selain aneka kerang, juga tersedia minuman khas Jepara seperti es gempol dan es pleret yang pasti nikmat.

Minggu, Pukul 08.00 pagi sarapan Gudeg Suyek

Pada dasarnya Gudeg adalah khas jogja. Tapi gudeg suyeg ini khas masakan jepara, sehingga secara rasapun sudah pasti berbeda. Gudeg suyek ini terletak di depan pasar baru jepara. Buka pada pukul 07.00 sampai dengan 11.00. Dan jangan lupa untuk datang lebih pagi, karena jika kesiangan kita bisa saja kehabisan dan sudah tidak lengkap lagi menu gudeg nya. Disini juga selain gudeg ada menu seperti lontong, opor, sate telur, sate ayam dll.

Dari segi rasa, gudeg ini berbeda dengan gudeg Jogja karena lebih asin dan gurih. Gudeg banyak krecek, cenderung basah gudegnya, harga cukup terjangkau, harga cukup terjangkau. Terdapat berbagai menu gudeg, ayam, lontong, bubur, sate telur, dan sate ayam.

Pukul 10.00 mengunjungi museum Kartini dan cari buah tangan

Jepara memang identik dengan pahlawan yang satu ini. Yaitu R.A Kartini, sosok pahlawan yang memberikan perubahan yang begitu berarti bagi indonesia. Dengan begitu di buatlah Museum yang bernama museum R.A Kartini. Museum ini berlokasi di sebelah utara alun alun kota jepara. Museum ini mempunyai berbagai macam koleksi mulai dari benda bersejarah hingga foto foto yang menjadi

Oh, ya, agar nuansa perjuangan Kartini melekat lama, sebaiknya membeli dan membungkus souvenir berupa kerajinan kain tradisional tenun ikat Troso di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan. Tenun ikat Troso yang dimiliki oleh warga Desa Troso sejak tahun 1935 ini mempunyai berbagai macam motif seperti motif Sutra, Rangrang, Rajut, Endek, Skaf dan motif Kalimantan. Harga per potong kainnya bervariasi dari harga Rp 135 ribu hingga Rp 3 juta untuk jenis kain sutra.

Jepara juga menyediakan surga bagi pencinta kopi. Ada desa Tempur dan Damarwulan yang dikenal sebagai sentra kopi yang sedang naik daun. Melalui pengolahan dan pemeliharaan kebun organik, kopi dari lereng Muria mempunyai rasa yang khas. Selain dijual dalam bentuk olahan natural, juga dijual kopi kemasan dengan variasi rasa. Di antaranya kopi cokelat, kopi kapulaga, dan kopi fermentasi. Bahkan jika dikaji dari rasa, kopi Tempur tak jauh dari rasa kopi Toraja.

Usai sudah perjalanan kami di Jepara, terasa serba mendesak dan bergegas. Namun, setiap persinggahan indah, penuh kejutan, dan tak terlupakan. Terlebih saat keramahtamahan khas budaya setempat disajikan pada setiap kesempatan. (Candra Satriya)

37

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan