BNPT Ingatkan Pimpinan Perguruan Tinggi tentang Bahaya Radikalisme

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH, menjadi pembicara utama dalam Sosialisasi Pendidikan Anti-radikalisme di Kampus Untag Semarang, Jumat (10/8).

Selain Kepala BNPT, hadir dalam acara tersebut Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, Gubernur Jateng, Sekretaris Daerah Jateng dan Rektor Perguruan Tinggi Swasta se Jawa Tengah.

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, pihaknya berusaha menghilangkan radikalisme negatif. Di antaranya intoleransi, anti-NKRI, anti-Pancasila dan penyebaran paham-paham otak kiri.

“Modus lama yang biasa digunakan yaitu kekeluargaan dan pertemanan. Misalnya saja pencucian otak pelaku bom bunuh diri JW Marriot 2009, Dani Dwi Permana,” kata Suhardi mencontohkan.

Menurut Komjen Suhardi, Dani berhasil dipengaruhi oleh seniornya, Mukhlas dan Ali Imron tanpa rasa takut untuk melakukan bom bunuh diri. Selain itu, mereka juga diajari cara pembuatan bahan peledak.

Mantan Kabareskrim itu menegaskan, seluruh perguruan tinggi punya tujuan yang sama, yakni mahasiswa yang menempuh pendidikan dapat menjadi generasi penerus yang luar biasa, mencegah radikalisme masuk dan berkembang di perguruan tinggi. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *