PKL Jalan KH Agus Salim Boleh Berjualan Lagi, Kalau Melanggar Langsung Dirazia

PKL di sepanjang jalan eks Matahari Johar hingga Jembatan Berok itu pun dirazia petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satlantas Polrestabes Kota Semarang, karena dinilai menyebabkan kendaraan mengalami ketersendatan saat melintas di sana.”Sejak Kamis (9/8) mereka sudah boleh kembali berjualan asalkan berada di belakang garis batas yang telah ada. Jika melanggar maka akan langsung ditertibkan Satpol PP. Mereka sebenarnya menggunakan sepadan jalan tapi aturan bila disikapi dengan baik maka dapat dicari solusinya,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, saat dikonfirmasi.

Menurut Fajar, keberadaan PKL Agus Salim awalnya dianggap mengganggu oleh pengendara yang melintas. Penyebabnya, keramaian yang ditimbulkan membuat ketersendatan arus lalu lintas.

Namun setelah diurai permasalahannya, ternyata penyebab utama penyempitan ruas Jalan KH Agus Salim karena adanya parkir liar yang menggunakan bahu jalan.

”Kami minta agar pedagang mengingatkan dan mengarahkan pengunjung untuk tidak parkir kendaraan di bahu jalan. Pengunjung harus menaruh kendaraannya di lahan parkiran eks Matahari Johar agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan, meski sekarang diperbolehkan berjualan lagi, namun para PKL harus menaati aturan. Syaratnya, mereka diminta berjualan dengan menaati garis batas yang telah ditentukan Pemkot sepanjang 1,5 meter.

“Bila lapak PKL melewati garis maka akan langsung ditertibkan kembali oleh Satpol PP,” tandasnya.

5

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan