SMA N 3 Semarang akan Hukum Murid yang Tidak Taat Tata Tertib

Semarang (Asatu.id) – Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Semarang Arif Setyayoga mengatakan pihak sekolahnya telah memberikan peraturan ketat tentang penggunaan motor di lingkungan sekolah. Ia mengaku akan menghukum siswa yang terbukti melanggar tata tertib itu.

“Di sini kami punya tata tertib tentang penggunaan motor di lingkungan sekolah, yang setiap siswa harus memiliki surat-surat lengkap jika ingin membawa motor masuk lingkungan sekolah,” ujarnya selepas mengikuti Sosialisasi Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) di gedung Multimedia Room, Rabu (8/8).

Ia mengungkapkan telah memberikan sangsi kepada muridnya yang melanggar. Sangsi itu diberikannya secara bertahap sesuai tingkat pelanggaran dari siswanya.

“Sangsinya bisa satu peringatan ya. Sekali sangsi gak boleh ikut pelajaran, berikutnya tidak boleh masuk sekolah, ada skorsing sampai orang tua buat pernyataan dan seterusnya,” terangnya.

Arif mengaku peraturan itu dibuat untuk menerapkan pentingnya keselamatan bagi siswanya. Hal itu juga untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran lalu lintas mengingat siswa SMA masih banyak yang belum memenuhi syarat berkendara. Namun kadangkala siswanya mempunyai cara lain dengan menitipkan motor di luar sekolah. Hal itu membuat Arif tetap harus bertindak tegas terhadap siswanya.

“itu kesadaran mereka. Mereka masuk, tanya mana surat-suratnya. Sekali-Kali kami sita. Kadang juga ada yang sembunyi-sembunyi parkir tidak sekolah. Tapi tetap bagi yang melanggar membawa masuk ke sekolah atau ketahuan bawa motor tidak ada sim sangsinya lebih berat,” tegasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *