Penghitungan Sainte Lague, PDIP Kota Semarang Optimis Raih 19 Kursi

Foto: Humas Pemkot Semarang/dok

SEMARANG (Asatu.id) – Pemilihan legislatif pada 17 April 2019 depan tak lagi memakai rumus penghitungan kursi dengan quota hare atau bilangan pembagi pemilih (BPP).

Pemerintah Kota Semarang pada situs resminya menyebutkan penghitungan kursi untuk legislatif termasuk di DPRD Kota Semarang akan menggunakan rumus sainte lague (murni).

Perubahan sistem penghitungan kursi legislatif menggunakan sistem saint lague itu menjadi salah satu pembahasan DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Selasa (7/8), saat menggelar konsolidasi internal untuk pemenangan Pileg dan Pilpres 2019.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengajak para bakal calon legislatif Kota Semarang dari PDI Perjuangan untuk memahami sistem penghitungan Saint Lague, sehingga terjadi penambahan kursi legislatif di DPRD Kota Semarang untuk PDI Perjuangan sebayak 4 kursi, dari yang saat ini 15 kursi menjadi 19 kursi.

“Dengan adanya simulasi penghitungan Saint Lague yang dilakukan hari ini, kami optimis jika PDI Perjuangan bisa mendapatkan 19 kursi di DPRD Kota Semarang melalui pemilihan legislatif 2019,” tegas Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut.

“Ini tentu adalah modal penting bagi PDI Perjuangan Kota Semarang untuk lebih kuat memperjuangan kepentingan masyarakat,” lanjutnya.

Selain melakukan simulasi penghitungan suara melakukan sistem Saint Lague sendiri, kegiatan konsolidasi internal itu juga diisi dengan perkenalan 50 bakal calon legislatif dari PDI Perjuangan Kota Semarang, serta pemberian motivasi yang dilakukan oleh Hendi selaku Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang.

“Sebagai keluarga besar PDI Perjuangan tentu kami semua harus saling mendukung satu sama lain, baik antar bacaleg, struktural partai, organisasi sayap, maupun relawan. Terlebih dalam Pileg 2019 nanti bersamaan dengan Pilpres, maka penting agar kita terus bergerak bersama dalam memenangkan Bapak Presiden Jokowi kembali,” tutur Hendi yang saat ini juga menjabat sebagai Wali Kota Semarang.

“Saya tekankan kepada sedulur-sedulur bahwa yang terpenting adalah menjaga kondusivitas. Jangan sampai ajang demokrasi di 2019 nanti justru memecah belah kita,” tegasnya.(is)

10

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan