Lari Marathon “Semarang 10K” Petualangan Napak Tilas Sejarah Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang bersiap menggelar event lomba lari marathon bertajuk “Semarang 10K” pada bulan Desember tahun ini.

Lebih dari 3.500 pelari dari seluruh Indonesia ditargetkan akan ambil bagian dalam perlombaan lari dengan total jarak sejauh 10,19 Km tersebut.

Peserta sendiri akan dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori umum dengan rentang umur 18 – 45 tahun, serta kategori master untuk peserta yang berumur 45 tahun atau lebih.

Berbeda dengan event-event marathon yang pernah diselenggarakan sebelumnya di Kota Semarang, Semarang 10K 2018 memberikan daya tarik sebuah petualangan napak tilas sejarah dan budaya Kota Semarang.

Pasalnya kegiatan lomba lari yang akan berlangsung pada tanggal 16 Desember 2018 tersebut akan mengambil rute melewati bangunan-bangunan bersejarah di Kota Semarang.

Dimulai dari Jalan Pemuda, para pelari kemudian akan diajak bertualang menyusuri Kota Semarang tempo dulu yang terdapat di Jalan Merak, Jalan Cendrawasih, Taman Srigunting, hingga Jalan Letjen Suprapto yang merupakan bagian dari kawasan Kota Lama Semarang.

Tak hanya itu, para peserta Semarang 10K 2018 juga akan disuguhkan tontonan atraksi budaya khas Indonesia yang ada pada beberapa etape.

Misalnya pada kilometer 2 peserta akan disuguhkan sajian Tari Kuntulan. Setelah itu di kilometer 4 peserta juga sudah ditunggu oleh sajian Drumblek. Sedangkan di Kilometer 7, 8, dan 9 akan disajikan juga atraksi budaya seperti Reog Jalan Blarak, Gambang Semarang, dan Pertunjukan Musik Angklung.

Dalam kegiatan peluncuran event Semarang 10K 2018 di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang, Jumat (3/8), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi optimis jika perlombaan lari di kota lunpia tersebut akan menjadi pendongkrak wisatawan di akhir tahun.

“Kalau kita lihat Bali Marathon, Borobudur Marathon, dan yang lainnya ini kan sangat luar biasa, hotel penuh, jajanan laris, pusat perbelanjaan juga ramai, ini yang akan kami kejar dengan Semarang 10K”, tutur Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut.

Dirinya juga menjelaskan untuk mencapai target wisata tersebut, dalam event Semarang 10K akan dilakukan pembagian kuota peserta dari luar kota dan dalam kota.

“Nanti akan kita beri kuota untuk peserta dari Kota Semarang dan luar kota. Ini supaya dampak ekonomi dari kegiatan ini bisa didapatkan dengan adanya kunjungan wisata yang banyak”, tegas pria yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut,

Terkait rute lari marathon yang akan melewati Kota Lama dengan kondisi yang saat ini sedang dalam proses revitalisasi fisik, Hendi mengatakan akan tetap mengupayakan rute sesuai rencana.

“Tapi kita akan lihat sampai akhir November, kalau secara fisik memang tidak memungkinkan, kita akan ubah rute dengan tidak menghilangkan esensi wisatanya”, terangnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *