Anggota DPD RI Pertemukan Pengelola Tambak Terboyo Kulon dengan Pemkot

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Jawa Tengah, Bambang Sadono, mempertemukan masyarakat pengelola tambak di Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk dengan pihak Pemkot Semarang, Jumat (3/8).

Para pengelola tambak yang lahan tambaknya digunakan untuk area pembuangan (disposal) tanah sedimentasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) merasa dirugikan karena harus memanen ikan lebih awal.

Sementara pemkot merasa pembuangan disposal tidak menyalahi aturan karena tambak yang dikelola masyarakat puluhan tahun itu merupakan aset pemkot.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor DPD RI Perwakilan Jawa Tengah, Jalan Imam Bonjol Semarang itu, pihak pemkot diwakili Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu dan pihak terkait lainnya.

Anggota DPD RI, Bambang Sadono yang menjadi mediator pertemuan meminta pihak pemkot membuka komunikasi dengan masyarakat pengelola tambak secara intens. Sehingga secepatnya bisa ditemukan solusi terbaik dan tidak ada yang merasa dirugikan.

“Tujuannya agar proses normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang merupakan proyek strategis nasional bisa berjalan lancar. Apalagi manfaat normalisasi Sungai BKT nantinya dirasakan banyak warga,” kata Bambang.

Bambang menambahkan bahwa permintaan pengelola tambak tidak berat. Selama ini mereka memiliki niat yang baik mengelola lahan yang terlantar sehingga menjadi produktif selama puluhan tahun. Mereka juga mengakui lahan yang dikelola iti bukan hak milik mereka.

“Saran saya, itu diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan tidak menunggu proses hukum yang saat ini berjalan di PTUN maupun di PN Semarang. Sehingga masalahnya tidak berlarut-larut,” kata Bambang. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *