Kepala Disdukcapil: Karyawan Tetap Dapatkan Layanan KB

SEMARANG (Asatu.id) – Edi Riyanto, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendekatan pelayanan khususnya KB di perusahaan-perusahaan. Hal itu dilakukan berkaitan dengan tujuan KB untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, tanpa terkecuali.

Menurut Edi, pendekatan pelayanan di perusahaan itu dimaksudkan untuk memfasilitasi para karyawan yang disibukkan dengan pekerjaan.

“Kita sudah masuk ke bentuk klinik perusahaan, jadi para pekerja yang karyawannya sampai ribuan itu memang dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya karena untuk mengikuti kegiatan pelayanan KB, mengikuti kegiatan di kelurahan, di RW karena jika dia tidak masuk kerja otomatis dipotong gaji dan sebagainya,” paparnya.

Edi mengatakan, pendekatan pelayanan di perusahaan itu bisa dilayani, baik kesehatan maupun KBnya. Ia mengaku telah memiliki mitra untuk pelayanan KB itu. “Kita kemarin sudah launching ada 6 perusahaan yang kita bentuk klinik KBnya sehingga kebutuhan dari karyawan kesehatan dan KB bisa dilayani di pabrik itu sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut Edi memaparkan, klinik yang sudah dibentuk oleh perusahaan itu akan disediakan dokter termasuk bidan yang bisa memasang alat kontrasepsi. Hal itu untuk mempermudah karyawan untuk memperoleh pelayanan yang cepat.

“Jadi dengan adanya klinik yang sudah dibentuk oleh perusahaan ini dia akan punya dokter dia juga otomatis akan menyiapkan semua perlengkapan yang ada termasuk bidan yang bisa memasang alat kontrasepsi sehingga tidak perlu menunggu jadwal dari kita untuk ke lapangan. Jadi setiap hari bisa dilayani karena setiap hari ada dokter yang bisa memberikan pelayanan. Kita membantu alat kontrasepsi dan sarana prasarana,” terangnya.

Ia menambahkan, pengadaan alat kontrasepsi itu didistribusikan ke puskesmas kemudian ke klinik-klinik sesuai permintaan secara gratis. “Pengadaan alat kontrasepsi itu kita menerima kalau tahun lalu dari pusat, sekarang pengadaan oleh tingkat provinsi kemudian baru didistribusikan ke puskesmas kemudian ke klinik-klinik sesuai permintaan dari mereka, dari kita gratis. Semua puskesmas, bidan praktek, dokter praktek begitu,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *