1000 Kader Pemuda Pancasila Siap Kawal Safari Dakwah Ustad Abdul Somad di Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Seribu kader Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang siap kawal safari dakwah Ustad Abdul Somad yang akan digelar di tiga tempat, yakni Unissula, Lapangan Sepakbola Leboh Raya, Pedurungan Kidul, serta Masjid Jami Jatisari BSB Mijen Kota Semarang, Senin – Selasa  (30-31/7).

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, pihaknya siap mengawal safari dakwah Ustad Abdul Somad yang akan digelar di tiga lokasi, yakni Unissula, Pedurungan dan Mijen.

“Prinsip Pemuda Pancasila adalah organisasi yg punya kewajiban sebagai garda terdepan pengawal dan pengaman pancasila,” katanya, saat dihubungi Asatu.id, Minggu (29/7) malam.

Menurutnya, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Jateng untuk terus memantau perkembangan terkait isu penolakan kedatangan ustad Abdul Somad di Kota Semarang.

“Tiga acara akan kami dampingi. Kita juga nunggu intruksi dari MPW, semua MPC di semarang raya akan dikerahkan bila diperlukan,” tegasnya.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian. Untuk menjamin kelancaran safari dakwah ustad Abdul Somad. Hal ini mengingat tugas aparat negara wajib melindungi semua warga negara untuk beribadah.

“Ustad Abdul Somad merupakan kader Pemuda Pancasila, di mana pasti setiap kader Pemuda Pancasila sangat menjiwai cita-cita luhur bangsa yang ada dalam pembukaan Undang-undang 45 dan wajib hukumnya melaksanakan 4 konsensus dasar negara (Pancasila, NKRI, UUD’45 dan Bhineka Tunggal Ika),” ujarnya.

Joko Santoso yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang itu mengungkapkan, tidak ada larangan bagi seseorang untuk melakukan dakwah selama masih berpegang teguh atau berpedoman pada Al-Quran dan Hadist.

“Selama ini dakwah yang disampaikan ustad Abdul Somad itu bagus, tidak melanggar 4 pilar kebangsaan dan bernegara. Justru yang menolak itu harus diragukan jiwa nasionalismenya,” imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, surat yang mengatasnamakan Markas Komando Jawa Tengah Patriot Garuda Nusantara (PGN) tersebar via internet, baru-baru ini. Surat tersebut ditujukan kepada Kapolda Jawa Tengah.

Isinya mendesak agar kepolisian tidak mengizinkan tabligh akbar yang akan mengundang Ustaz Abdul Somad di Unissula, Pedurungan dan Mijen Kota Semarang.

Selain itu, disebutkan di dalamnya dalih bahwa Ustad Abdul Somad merupakan “corong dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)”. HTI kini berstatus organisasi terlarang sejak berlakunya Perppu Nomor 2 Tahun 2017.

“Apabila Saudara Abdul Somad tetap hadir menjadi pembicara dalam acara tersebut, kami Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jateng akan melakukan aksi perlawanan,” demikian kutipan dari surat tersebut, yang disertai tanda tangan “Panglima Tertinggi” PGN Dr KH Nuril Arifin Husein MBA dan Ketua PGN Jawa Tengah Mohammad Mustofa Mahendra. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *