Rembang Akhirnya Punya Komite Seni dan Budaya

SEMARANG (Asatu.id) – Setelah sekian lama Kabupaten Rembang tidak memiliki wadah organisasi yang bisa menampung segala permasalahan dan aspirasi para seniman dan pelaku budaya, akhirnya di penghujung Juli 2018 dan seterusnya memiliki komite yang membidangi soal seni dan budaya.

Pengurus Komite Seni dan Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Rembang periode 2018-2023, Sabtu (28/7) sore, resmi dilantik di Pendapa Kabupaten Rembang. Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono yang juga Ketua KSBN Jawa Tengah melantik dan mengukuhkan Sekda Kabupaten Rembang Subakti sebagai Ketua KSBN Kabupaten Rembang berikut serta para anggota pengurus lainnya.

Sri Puryono dalam arahannya mengatakan, KSBN sesuai amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, sehingga merupakan organisasi yang legal dan bukan tanpa bentuk.

Oleh karenanya, pengurus KSBN Kabupaten Rembang diharapkan bisa menjadi wadah seluruh cabang seni budaya di Rembang guna memajukan dan melestarikan seni budaya asli Indonesia agar tidak tergerus budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Sri Puryono menerangkan kebudayaan merupakan kepribadian dari bangsa, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memperkuatnya. Sebab jika budaya Indonesia terus merosot, jati diri bangsa pudar dan masa depan bangsa akan hilang.

“Budaya Indonesia makin lama makin merosot, makin lama makin tergerus. Kalau tidak kita yang mempertahankan mungkin sudah hilang budaya asli bangsa kita. Kalau sudah begitu Indonesia mau jadi apa,” katanya.

Sri Puryono berharap KSBN cabang-cabang seni budaya, seperti Pepadi, Permadani maupun Dewan Kesenian bisa bekerja sama dengan KSBN nguri-uri budaya nusantara dan menjaga kearifan lokal Jawa Tengah. Sehingga KSBN bisa menjadi wadah pembinaan budaya agar seluruh masyarakat merasa handarbeni dengan budaya sendiri.

Mereka diharap terus mengajak para remaja dan anak-anak untuk berkesenian dengan menggunakan sarana atau media apa saja. Sehingga budaya dan kearifan lokal semakin maju dan lestari, serta bisa membentuk generasi muda yang berkepribadian dalam kebudayaan.

“Wajib hukumnya bagi kita untuk merawat dan mengembangkan seni budaya lokal agar lestari dan bisa memperkuat budaya nusantara,” ujarnya.

Senada dengan Sri Puryono, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan KSBN menjadi rumah bagi semua seni budaya yang ada di Kabupaten Rembang. Dia berharap KSBN bisa melakukan penataan agar seni budaya bisa terus berkembang dan dapat memperkuat kepribadian masyarakat sebagai anak bangsa.

“Saya berharap dengan adanya KSBN ini menjadi rumah bagi semua seni budaya, sehingga dapat memperkuat kita sebagai anak bangsa,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *