Rumah Duta Revolusi Mental Tumbuhkan Empati Anak lewat Surat

SEMARANG (Asatu.id) – Setiap anak memiliki sensitivitas untuk menolong sesama. Mereka ingin menyampaikan pesan penyemangat untuk teman-temannya yang mengalami masalah. Bahkan kadangkala, anak-anak ingin memberikan pesan untuk dirinya sendiri.

Sekitar seratus anak sekolah menuliskan pesan di stand Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kamis (26/7). Dalam suasana Hari Anak Nasional itu, RDRM mengajak anak-anak untuk menuliskan unek-uneknya ke dalam surat.

“Hari Anak Nasional ini Kita mengajak anak-anak lain untuk memberi semangat bagi anak-anak yang lain yang menjadi korban, yang mana mereka lagi masa perjuangan untuk menghadapi rasa cemasnya, rasa takutnya ketika di sekolahan,” ujar Putri Merlina, Koordinator Program RDRM.

Ia mengatakan, dalam RDRM itu anak-anak mengekspesikan segala isi hatinya untuk memberikan semangat kepada orang-orang yang dituju. “Ada untuk temannya, ada untuk dirinya sendiri, ada untuk korban bullying, bahkan ada juga menuliskan untuk Pak Hendi dan Bu Ita, mereka mengekspresikan emosi mereka dalam hal positif,” jelasnya.

Sebelumnya, RDRM ini merupakan lembaga di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) yang melindungi anak di satuan pendidikan dari kekerasan bullying. RDRM ini telah dibentuk sejak tahun 2016 di bawah pemerintahan Walikota Hendi dengan pelayanan gratis mulai dari konsultasi keluarga, masalah anak dan remaja, tes psikologi hingga terapi psikologi maupun trauma healing.

Putri Merlina mengungkapkan, RDRM itu bertujuan untuk menumbuhkan empati pada anak-anak ini. Menurutnya, hal itu berkesinambungan dengan apa konsep Hari Anak Nasional “Genius”, yakni Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat.

“Sebenarnya kalau kita menulis, ketika kita bercerita itu kan ada efek, jadi bukan untuk diri kita sendiri. Tapi ada perasaan lega, tenang kemudian perasaan bangga merasa mengganggu teman, nah itulah yang mau kita tumbuhkan,” ungkap Koordinator program RDRM itu.

Dengan adanya surat itu, pihak RDRM berharap anak-anak dapat menyampaikan pesan penyemangatnya. Selanjutnya, pesan-pesan positif itu yang ketika nanti dibaca oleh client-client selaku korban akan menangkap dan dia tidak sendiri. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *