Perubahan Wajah Kota Semarang, Keaslian Bangunan Bersejarah Tetap Dipertahankan

Semarang (Asatu.id) – Sejak Kawasan Simpang Lima dibangun oleh Presiden Pertama Ir Soekarno, hingga saat ini khususnya alun-alun terus mengalami perubahan. Bahkan baru-baru ini, telah ada wacana pusat Kota Lumpia itu akan dilakukan pengerjaan proyek Underpass dengan anggaran mencapai triliunan rupiah.

Jongkie Tio, Sejarawan dan Pemerhati Kota Semarang mengaku kaget dengan perubahan wajah Kota Semarang itu. Ia mengungkapkan, kawasan yang dulunya rawa-rawa tempat tumbuhnya sayur bayam dan kangkung kini kehilangan ruang terbuka.

“Saya pribadi, terkaget-kaget dengan perubahan sangat besar sekali sekarang. Yang menyolok timbulnya gedung-gedung pencakar langit,” ungkapnya kemarin.

Jongkie mengungkapkan, meskipun banyak perubahan di Kota Semarang ada beberapa tempat-tempat bersejarah yang dipertahankan keaslian bangunan tanpa meninggalkan unsur sejarahnya. “Tapi saya bersyukur yang tidak berubah Kawasan Kota Lama, Kawasan Wisata Pecinan, Kampung Melayu (Pekojan) dan Pusat Kota tidak berubah,” tuturnya.

Jongkie berharap perubahan Kota bisa terserap dan sesuai dengan keinginan warga masyarakat Kota Semarang. Ia meyakini Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi keinginan yang sama untuk warga Kota Semarang.

“Harapan kita perubahan Kota bisa terserap dan sesuai dengan keinginan warga masyarakat Kota Semarang, apalagi pimpinan kita di Kota Semarang juga sama perasaan dan keinginanya warga Kota Semarang. Hanya Pak Hendi (Wali Kota) yang sering keliling-keliling, lainya nggak pernah keliling-keliling menemui dan menyerap apa keinginan dan keluhan masyarakat,” tuturnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *