Kontingen PMI Jateng Bisa Belajar dari Tim Kroasia

SEMARANG (Asatu.id) – Temu Karya Relawan Nasional (TKRN) Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan agenda pertemuan relawan 5 tahun sekali, akan digelar di Purwakarta – Jawa Barat, yang diikuti kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia, 17-22 September mendatang.

Ajang pertemuan untuk saling berbagi pengalaman dan karya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat secara mandiri dan professional.

Gunawan Permadi, Pengurus Bidang Relawan PMI Jawa Tengah mengatakan bahwa kontingen relawan PMI Jateng bisa mengambil pelajaran dari tim sepak bola Kroasia yang kompak dari sisi permainan dan dukungan suporter hingga presidennya.

“Belajar dari tim Kroasia, kontingen TKRN PMI Jateng harus fokus dalam penguasaan pengetahuan, teknik, dan kekompakan,” ungkapnya saat menutup pemusatan latihan kontingen TKRN Jateng di Pusdiklat PMI Jateng, Semarang. (27/7).

PMI Jawa Tengah selama ini menjadi rujukan oleh PMI provinsi lain, dibidang pelayanan dan pengembangan kapasitas pengurangan risiko bencana di masyarakat.

Anggota kontingen sebanyak 40 relawan dari unsur Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR) dan Donor Darah SUkarela (DDS).

“Tim ini merupakan perwakilan dari kabupaten-kota Se-Jateng yang lolos seleksi berdasar kompetensi, ketrampilan dan kapasitas yang dimiliki. Sebagai delegasi Jawa Tengah tunjukkan kemampuan dan bagikan pengalaman, serta selalu Gayeng agar bermanfaat,” pesan Gunawan.

Jateng Gayeng menjadi slogan kontingen dengan ikon burung Podang. Anggota kontingen dibekali penguatan pemahaman Manajemen Relawan, Kepalangmerahan, Sosial-Media, Kewirausahaan, Pengembangan Kapasitas Relawan, Peduli Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kegiatan persahabatan berbasis budaya.

Sabar Gorki, anggota kontingen dari PMI Surakarta mengungkapkan selama pemusatan ini mendapatkan banyak pengetahuan baru dan detailnya, setelah sharing dan diskusi dengan anggota lain.

“Saya awalnya tidak banyak tahu aktifitas PMI meskipun telah bergabung lama sebagai relawan PMI. Belajar, praktik dan mengaplikasikan, dapat menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kita. Kontingen Jateng Gayeng harus menjadi yang terbaik,” ungkap Sabar yang merupakan relawan PMI penyandang disabilitas.

Sebagian peserta juga mempelajari tentang Mangrove di kawasan Reduksi Mangrove Wedung, Kabupaten Demak. Mangrove yang dikelola dan dikembangkan oleh tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Kedungmutih Wedung-Demak ini, menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Demak.

“Berlatih di lokasi konservasi Mangrove ini lebih menjaga fokus anggota kontingen. Disini kami dapat mempelajari secara langsung tentang pembibitan, penanaman dan perawatannya. Juga, bertepatan dengan Hari Mangrove Dunia, 26 Juli kemarin,” tutur Edi Purwanto, Kepala Markas PMI Banjarnegara yang menjadi fasilitator kontingen PMI Jateng.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *