Komunikasi, Kunci Sukses Fajar Purwoto Bongkar Ribuan Bangunan Liar

SEMARANG (Asatu.id) – Proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) terus digarap Pemkot Semarang. Hasil positif dari proyek ini nantinya untuk mengatasi banjir di wilayah Semarang, terutama bagian timur.

Di sisi lain, konsekuensi dari normalisasi kanal tersebut juga harus membongkar bangunan-bangunan liar yang memenuhi bantaran sungai. Bangunan itu banyak difungsikan untuk kios pedagang kaki lima (PKL) dan hunian liar. Bahkan banyak bangunan yang nekat didirikan secara permanen.

Untuk mendukung kelancaran proyek normalisasi, Dinas Perdagangan Kota Semarang harus turun tangan melakukan pembongkaran. Hampir semua bangunan yang dibongkar, sebelumnya digunakan para PKL menjajakan bisnisnya.

Membina dan menata pedagang memang salah satu tugas Dinas Perdagangan. Namun untuk melakukannya bukanlah hal yang mudah, karena jumlahnya ratusan sampai ribuan. Belum lagi tugas Dinas Perdagangan yang juga harus menata bangunan PKL liar di lokasi lain, di luar yang berdiri di bantaran sungai tadi.

Pekan ini, Dinas Perdagangan kembali melakukan pembongkaran kios dan bangunan liar di Kelurahan Mlatiharjo, Bugangan dan Rejosari yang berada di bantaran sungai.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menyampaikan, pembongkaran bangunan liar itu merupakan komitmen pihaknya yang menarget seluruh PKL dan hunian liar rata sebelum awal September mendatang.

Fajar merinci, dari 40 bangunan yang dibongkar tersebut terdiri dari 30 PKL di Mlatiharjo, 10 PKL di Bugangan dan 10 lainnya di Kelurahan Rejosari. Namun demikian, pembongkaran tidak seluruhnya dilakukan.

“Masih terdapat sejumlah bangunan yang sengaja hanya dikosongkan. Namun pada akhir Juli semua harus sudah kami ratakan. Insya Allah tidak ada masalah,” kata Fajar di sela-sela kegiatan pembongkaran.

Soal lancarnya proses pembongkaran, Fajar mengatakan, hal ini bisa dijadikan pembelajaran bagi kabupaten/kota lainnya. Menurutnya, komunikasi menjadi kunci pembongkaran ribuan PKL dapat berjalan lancar.

Fajar membeberkan, di sebagian Kota Semarang, sedikitnya ada 3.500 kios PKL dan hunian liar yang dibongkar pihaknya, mulai dari Kelurahan Gayamsari hingga Bugangan.

“Ini tinggal menyisakan sekitar 70 PKL dari Rejosari, Mlatiharjo, dan Bugangan. Karangtempel nanti kita targetkan 150 PKL mulai awal Agustus,” tandasnya.

Fajar juga telah menyampaikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait rencana pembongkaran PKL yang direncanakan selesai seluruhnya pada awal September mendatang. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *