Wouw, Bawaslu RI Temukan 199 Bacaleg Mantan Napi Korupsi

JAKARTA (Asatu.id) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengidentifikasi 199 bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) sebagai mantan narapidana kasus korupsi. Para Bacaleg itu tersebar di 11 provinsi, 93 kabupaten dan 12 kota.

“Data tersebut merupakan hasil penelusuran dan pengawasan kami yang masih harus divalidasi dan dipastikan. Untuk sementara masih ditelusuri dan dipastikan kembali, baik menyangkut nama caleg, Parpol pengusung maupun nama daerahnya,” kata anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochamad Afifuddin.

Sebelumnya, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan jumlah caleg mantan narapidana korupsi berpotensi terus bertambah. Bahkan, ada kemungkinan caleg mantan koruptor baru diindentifikasi setelah penetapan daftar calon tetap (DCT) Pemilu 2019.

“Yang baru kami temukan sejauh ini kan baru lima caleg DPR yang merupakan mantan koruptor. Ini baru yang kami temukan. Proses ke depannya masih panjang, sehingga tidak menutup kemungkinan ada nama-nama mantan narapidana korupsi berikutnya,” ujar Wahyu.

Nama-nama caleg mantan narapidana korupsi, lanjut Wajyu, juga bisa ditemukan di tingkat daerah.

Untuk Jawa Tengah, menurut Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, ditemukan lima Bacaleg yang teridentifikasi sebagai mantan koruptor. Satu orang mendaftar untuk Caleg provinsi dan empat untuk Caleg kabupaten. (is)

11

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan