Waspada Virus, Menteri Kesehatan RI Tekankan Germas

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam rangka Kongres Obstetri Ginekologi Indonesia (Kogi) XVII, Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita Moeloek mengemukakan polemik kesehatan nasional yang baru-baru ini terjadi. Salah satunya adalah masalah penyakit yang disebabkan oleh virus.

Nila mengungkapkan, kasus penyakit akibat virus belum lama ini adalah virus difteri di Jateng. Menurutnya, dalam mengatasi masalah tersebut perlu segera dilakukan penanganan. “Kalau kasus seperti itu tidak bisa berhenti atau hilang, tapi begitu ada satu saja, kita menyatakan bahwa itu harus dilakukan outbreak response immunisation,” ungkapnya di PRPP Selasa (24/7).

Lebih lanjut Nila mengatakan, di klinik sudah dilakukan penanganan. Ia menekankan bahwa imunisasi harus dilakukan masyarakat.

“Jadi di klinik sudah dilakukan, kita sekap agar tidak meluas. Jadi saya mengingatkan kasus yang dilaporkan karena anaknya tidak diimunisasi. La ini kalau kena keluarga itu sudah resiko. Namun kalau kena ke tempat yang lain. Saya mengimbau kalau memang imunisasi ini harus dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI juga menyinggung soal virus penyakit Mers-Cov yang diduga penularannya dapat terjadi ketika seseorang tidak cuci tangan. Hal itu sekaligus menghimbau para calon jamaah haji untuk lebih berhati-hati.

“Zaman jamaah haji pergi ke saudi arabia Mers-Cov tidak ada yang mengerti. tolong jangan foto-foto sama onta, maksudnya untuk mencegah Mers-Cov,” jelasnya.

Ia menekankan, penularan virus tidak akan terjadi jika manusia tidak mengganggu. “kenapa binatang bermain karena rumahnya diganggu, tinggal gajah di lampung keluar lagi, ada penyakit gajah. selain elephantaisis tentu akan ada lagi. oleh karena itu gerakan masyarakat hidup sehat saya titip sekali saya membuat Germas. Bagaimana kita melakukan kerjasama dengan kementrian,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *