Tangkal Kasus Anak, Sinergikan Kesinambungan Keluarga dan Lingkungan

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam suasana Hari Anak Nasional, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Budi Satmoko Aji mengungkapkan perhatiannya terhadap kasus kekerasan anak akhir-akhir ini. Menurutnya, masalah perhatian orang tua menjadi kunci kasus-kasus anak yang marak terjadi.

Budi menjelaskan, fasilitas dalam mendidik anak bukan semata-mata dari pemerintah, namun yang paling utama adalah dari lingkungan tempat tinggal.

“Sebagai orang tua, kita tahu makna yang paling utama bagi anak kan orang tua. Ini mencakup lini-lini paling dasar. Norma keagamaan dan norma pendidikan itu kan awalnya dari sana, sehingga peran orang tua sangat penting sekali. Kita tidak bisa kemudian mendelegasikan atau menyerahkan kepada oran lain sepenuhnya,” ungkapnya, Rabu (25/7).

Ia menegaskan, pendidikan anak juga menjadi tugas sekolah. Namun, hal itu tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah. Menurutnya, harus ada keseimbangan dalam lingkungannya. “Sekolahan sebagai hal utama pendidikan otomatis dia menggunakan pendidikan pada anak-anak dari isi ada sikap maupun keterampilan. Tapi kembali lagi bukan hanya kurang lebih 8 jam anak ada di sekolah selebihnya ada di masyarakat,” tuturnya.

Dia menekankan, perlu adanya sinergi untuk menguatkan pendidikan anak. Hal itu agar terjadi kesinambungan antara keluarga dan lingkungan. “Mereka harus bersinergi sehingga nantinya nyambung antara apa yang diperoleh di sekolah yang itu juga diperkuat di keluarga dan punya kesempatan mengaktualisasikan atau didukung oleh lingkungan,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *