KPU Coret Sejumlah Bacaleg DPRD Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Sejumlah bakal calon legislatif (Bacaleg) dari 16 parpol untuk Pemilu Legislatif (Pileg) DPRD Jateng 2019 dinyatakan tidak memenuhi syarat dan dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah.

Alasan pencoretan, antara lain karena tidak memenuhi syarat minimal usia (21 tahun), faktor kesehatan, dan berstatus mantan narapidana kasus korupsi.

Pencoretan itu dilakukan setelah KPU Jateng memverifikasi berkas persyaratan 1.374 bakal calon anggota legislatif, usai proses pendaftaran yang berakhir 17 Juli 2018 lalu.

Pencoretan itu juga berdasar aturan yang sudah tertuang jelas dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Konsekuensi pencoretan adalah, berkas bakal caleg tersebut tidak bisa diproses dan parpol diminta mengajukan nama bakal caleg lain.

”Setelah kami verifikasi ada yang TMS (Tidak Memenuhi Syarat) karena mantan napi korupsi. Hal itu berdasarkan surat keterangan dari pengadilan,” ujar Ketua KPU Jateng Joko Purnomo.

Namun Joko mengaku belum tahu berapa bakal caleg yang dinyatakan TMS dan dicoret. Termasuk berapa jumlah bakal caleg mantan napi korupsi dan berasal dari parpol apa.

”Mungkin nanti setelah penetapan DCS (Daftar Calon Sementara),” ujar Joko.

Selain TMS, sebagian bakal caleg dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan belum memenuhi syarat (BMS).

“Bagi yang telah MS, berkas akan diproses bersama berkas lain pada tahapan selanjutnya. Sementara yang BMS diminta melakukan perbaikan. Semua berkas sudah kami serahkan ke parpol pengusung,” tambah Joko. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *