Merebaknya Difteri Jadi Keprihatinan Anggota Dewan

SEMARANG (Asatu.id) – Kalangan anggota DPRD Kota Semarang merasa prihatin dengan merebaknya penyakit difteri di masyarakat. Di sisi lain, para wakil rakyat juga mengapresiasi langkah pemkot yang tanggap terhadap permasalahan tersebut.

Menanggapi munculnya kejadian itu, anggota Komisi D, Sugi Hartono, mengimbau kepada Pemerintah Kota Semarang untuk lebih gencar lagi melakukan sosialisasi dan pecegahan penyakit difteri.

Salah satunya, menurut Sugi Hartono, yaitu dengan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksin kepada anak usia rentan, yakni 2 hingga 15 tahun.

”Kejadian akibat difteri jadi keprihatinan bersama. Harus segera dilakukan vaksin secara merata, pemkot harus maksimalkan sosialisasi,” kata Sugi Hartono, Minggu (22/7).

Sebelumnya anggota Komisi D lainnya, Anang Budi Utomo mengungkapkan, terdapat tiga wilayah yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri di Kota Semarang, yakni di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang, Kelurahan Bangetayu, dan Kelurahan Genuk Sari Kecamatan Genuk.

Penyakit infeksi pada hidung dan tenggorokan tersebut sudah memakan korban meninggal dunia.

Anang menambahkan, sejak informasi merebaknya penyakit difteri muncul, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan Dinas Kesehatan.

“Pihak-pihak terkait harus segera dan terus melakukan antisipasi penyebaran penyakit difteri,” pesan Anang. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *