Ingin Menguji Andrenalin dengan Panjat Tebing? Silakan Datang ke Taman Rancah Pemalang

SEMARANG (Asatu.id) – Anda punya hobby panjat tebing? Datanglah ke tempat wisata “Taman Rancah” di Dusun Tampol, Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Di sana ada tebing yang cukup layak untuk menguji andrenalin Anda. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Gunung Jimat.

Ada suasana seru dan menantang jika mencoba trek di bukit dengan ketinggian sekitar 1.450 mdpl itu. Dari kejauhan, bukit itu tampak menjulang di antara belantara hutan milik KPH Pekalongan Timur. Tak heran jika tempat itu setiap harinya makin ramai dan banyak dikunjungi wisatawan, terutama para pecinta wisata panjat tebing.

Yang datang tidak hanya warga Pemalang dan sekitarnya. Tetapi juga dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan beberapa daerah lainnya. Bahkan dari buku daftar pengunjung, ada juga wisatawan manca dari Malaysia, Brasil, dan Jerman, dan Brasil.

Menurut Eka Waluyo, Ketua Pengelola Wisata Taman Rancah dari Kelompok Pencinta Alam Shabawana, tempat wisata yang dikelolanya menyediakan wisata vira ferrata (teknik panjat tebing menggunakan tangga besi yang tertancap pada dinding batu). Dan ini satu-satunya di Jawa Tengah.

Lokasi wisata panjat tebing memang banyak tersebar di beberapa daerah, namun tidak sespektakuler yang ada di Gunung Jimat Taman Rancah. Misalnya di Gunung Sepikul, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jatim, atau di Gunung Parang, Kabupaten Purwakarta, Jabar.

Untuk sampai ke Gunung Jimat, wisatawan harus menempuh perjalanan dari Kota Pemalang ke arah selatan sejauh 47 kilometer atau selama 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan.

Selama perjalanan kita akan disuguhi panorama alam nan memukau, berkelok, dengan jalur cenderung mendaki. Sesampai di lokasi, para wisatawan langsung disambut pemandu yang berada di Posko Pencinta Alam Shabawana yang menawarkan beragam wahana yang ada, seperti outbound, panjat tebing via ferrata, flying fox, rock top, dan sejumlah spot selfie yang sangat menarik di antara tebing-tebing.

“Kami jamin semua wahana tersebut aman. Untuk penjat tebing perlengkapannya sangat memadai. Sebab, sudah diuji coba selama sembilan bulan. Kami juga siap mendampingi bagi wisatawan yang mencoba panjat tebing,” kata Eka.

Perlengkapan penjat tebing yang dimaksud Eka, antara lain helm dan tali pengaman yang dilengkapi cincin pengait (carrabiner). Sebelum memanjat, peserta diberi pengarahan oleh petugas tentang cara memakai alat pengaman seperti harnes (tali pengaman) dan cincin pengait di harnes yang dikaitkan pada tangga dan kawat seling.

Wouw, betapa indahnya jika memanjat bisa sampai ketinggian maksimal. Jika itu dilakukan pada senja haru akan dapat menikmati pemandangan matahari terbenam.

Di puncak bukit itu terdapat makam dan petilasan, konon petilasan Soekarno. Kalau masyarakat menyebut bukit itu dengan istilah Gunung Jimat, konon karena pernah menjadi tempat menyimpan benda pusaka. Soal ini, silakan Anda menafsirkannya sendiri. (bud)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *