Pemprov akan Bangun Dua Rusunawa untuk Masyarakat Miskin

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 akan membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di dua tempat di Kota Semarang, yaitu di Muktihatjo Lor dan Plamongan Sari. Rusunawa tersebut diperuntukkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kasi Perumahan Umum Bidang Perumahan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Suprapta mengatakan, pembangunan rusunawa ini untuk mengakomodir masyarakat yang tidak bisa mengakses perumahan subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Di Jawa Tengah masih banyak kepala keluarga yang penghasilanya kurang dari Rp 1 juta dan tidak mungkin diakomodir bank. Masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan informal ini yang harus kita pikirkan,” katanya, Jumat (20/7).

Suprapta menambahkan, untuk sementara pembangunan rusunawa di Semarang memang baru di dua daerah, tetapi di waktu mendatang akan dilakukan di berbagai daerah lainnya di Jawa Tengah.

Untuk persiapan itu semua, saat ini pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menginventarisasi tanah yang merupakan aset provinsi untuk bisa dibangun rusunawa.

“Harus mencari tanah-tanah yang merupakan aset provinsi, karena kalau aset kabupaten/kota penganggaranya kesulitan walaupun bisa, karena modelnya berbeda,” tutur Suprapta.

Selain membangun Rusunawa di Kota Semarang, Pemprov juga akan membangun rumah susun khusus untuk nelayan dan buruh dengan lokasi di Jepara.

“Dengan pembangunan rusunawa ini diharapkan bisa mengurangi kekumuhan dan menyiasati harga tanah yang semakin mahal untuk landed house,” tambah Suprapta. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *