Pangdam : Tangani Terorisme Tidak Cukup Dilakukan TNI dan Polri Saja

SEMARANG (Asatu.id) – Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto menegaskan, jika Indonesia tidak berhasil menyelesaikan kasus terorisme, maka pihak asing akan dengan sangat mudah melakukan intervensi atau campur tangan terhadap urusan dalam negeri.

Penegasan Pangdam disampaikan ketika menjadi pembicara di depan para ulama dan kiai se-Jateng yang mengikuti Halaqah Ulama Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Hotel Syariah Jalan Adisucipto Solo, baru-baru ini.

Menurut Pangdam, terkait dengan aksi-aksi radikal yang berujung pada aksi teror, penanganannya tidak cukup hanya diserahkan kepada TNI dan Polri saja, tetapi seluruh warga Indonesia bergerak serentak melakukan pencegahan.

“Akan lebih mudah dan murah ongkosnya jika yang dilakukan melakukan pencegahan, dibanding dengan penanggulangan setelah jatuh korban akibat gerakan teror gagal dicegah sejak dini,” kata Pangdam.

Di akhir halaqah, Ketua Umum MUI Kota Semarang KH Erfan Soebahar membacakan lima pernyataan sikap sebagai rekomendasi untuk mencegah meluasnya gerakan radikalisme-terorisme di provinsi ini.

Tim perumus terdiri Prof Dr H Nashruddin Baidan, Prof Dr H Erfan Soebahar Mag, Dr KH Khariri Sofa MAg dan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi. (bud)

12

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan