Rukma Minta Izin Investasi Peternakan Sapi Dipermudah

SEMARANG (Asatu.id)  – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mendukung langkah pengusaha di sejumlah kabupaten/kota yang mengembangkan bisnis peternakan sapi sebagai sarana investasi. Terobosan ini sangat membantu pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya apresiasi investasi peternakan sapi di Jateng. Pemerintah perlu membantu dan mengembangkan model investasi ini untuk menambah PAD,” kata Rukma Setyabudi pada menggelar Focus Group Gisscussion (FGD) dengan tema ‘Investasi Peternakan di Jateng’, di Gedung Berlian, Jumat (20/7).

Meski investasi peternakan sangat menjanjikan untuk peningkatan PAD, politisi asal PDI Perjuangan ini menyoroti pemerintah daerah belum tergerak untuk membantu para pengusaha peternakan sapi.

“Ini terlihat izin investasi peternakan sapi di daerah Kandeman Kabupaten Batang hingga kini masih terganjal oleh pemerintah daerah. Perizinan ini seharus bisa dipangkas dan dipermudah, agar usaha peternakan sapi di daerah bisa memberikan sumbangan pendapatan di daerahnya,” kata Rukma.

Politisi PDIP yang akan maju ke Senayan pada Pileg 2019 ini berharap ada win-win solution untuk mengatasi permasalahan itu, sehingga kepentingan semua pihak bisa berjalan dengan baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Yuni Astuti menyambutkan kritikan dan masukan dari pucuk pimpinan DPRD Jateng tersebut.

“Proyek investasi peternakan di lahan milik Distanbun di Kandeman Kabupaten Batang saat ini masih diproses perizinannya. Saat ini, kami sudah melakukan kerja sama dengan Sihombing selaku pihak PT Kejora Pelita Semesta yang menyewa 12 hektare di Kandeman. Dua hektare di antaranya diperuntukkan kandang sapi, sehingga tidak sesuai dengan perjanjian sewa menyewa,” paparnya.

Yuni mengatakan sepanjang sesuai aturan tata ruang, investasi peternakan sapi tidak masalah. Lahan itu milik Distanbun dan kandang sapinya di bawah wewenang Dinas Peternakan,” kata Yuni.

Kabid Sarpras Distanbun Jateng Iman Budianto menmbahkan, saat komitmen awal dengan investor, lahan seluas 12 hektare itu untuk tanaman, tapi sekarang 10 hektare untuk tanaman dan 2 hektare untuk kandang sapi. Untuk itu, hal tersebut perlu dibahas lagi sehingga dapat diselesaikan dengan baik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *