Kembangkan BRT, Dishub Akan Bangun Jalur Khusus

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik menuturkan pembangunan jalur khusus BRT saat ini menjadi salah satu program prioritas untuk pengembangan BRT Trans Semarang.

Selain pengembangan, kata dia, program lainnya yaitu penambahan jumlah koridor menjadi 12 koridor yang sebelumnya sudah ada 7 koridor.

Khadik menegaskan, rencana jalur khusus BRT ini tengah dalam proses kajian yang mendalam. Hal ini lantaran pembuatan jalur khusus tersebut harus mengurangi lebar ruas jalan yang ada.

Padahal, kemacetan lalu lintas saat ini salah satunya diakibatkan oleh beban jalan yang tidak mampu menampung jumlah kendaraan.

“Kita sedang proses pematangan kajian pembuatan dedicated line (jalur khusus, red) bersama Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia. Saya pikir dedicated line juga penting mengingat pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang terus meningkat,” ujarnya.

Khadik memaparkan, berdasarkan rekomendasi ITDP, pembangunan tahap awal jalur khusus BRT yang bisa diterapkan yakni koridor 1 Trans Semarang, mulai dari Mangkang hingga Penggaron.

Khadik mengklaim, pihaknya tengah berupaya melakukan percepatan agar pembangunan jalur khusus bisa segera direalisasikan. Namun, hal itu terkendala pendanaan yang terbatas.

“Upaya percepatan tentu ada. Hanya saja kami melihat kemampuan anggaran. Karena untuk pembuatan jalur khusus itu anggarannya sangat besar,” tegasnya.

Diakuinya, kecepatan rata-rata bus Trans Semarang dalam menempuh rute koridor yang menjadikan faktor harus adanya pembangunan jalur khusus. (bud)

16

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan