ACT Ajak Masyarakat Indonesia Berqurban

SEMARANG (Asatu.id) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi maslahat kurban melalui perjalanan Global Qurban. Hal itu terungkap dalam press conference ACT dengan tema “Indonesia Berqurban, Bangsa dan Dunia Menikmatinya” yang dilaksanakan di Selasih Resto Masakan Indonesia, Kamis (19/7).

Sri Suroto, Branch Manager ACT Jawa Tengah mengungkapkan, momen kurban tahun ini merupakan momen yang tepat untuk menguatkan semangat kebangsaan dan mempererat persatuan.

Menurutnya, Indonesia Berqurban mencerminkan semangat Global Qurban untuk merekatkan kebersamaan masyarakat Indonesia melalui momen ibadah kurban.

“Momen kurban tahun ini berdekatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ini menjadi momen yang tepat untuk menguatkan semangat kebangsaan dan mempererat persatuan,” ujarnya.

Sebelumnya, tahun 2017, Global Qurban telah merambah hingga 250 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia serta 40 negara pra-sejahtera maupun yang terpapar krisis kemanusiaan. Pada tahun 2018 ini, jumlah wilayah jangkauan distribusi kurban tersebut mengalami peningkatan, yakni 265 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia dan 45 negara.

“Tahun lalu kita buktikan bagaimana kebersamaan masyarakat Indonesia mampu meluaskan maslahat kurban hingga pelosok negeri dan negara-negara yang terdampak bencana dan krisis kemanusiaan. Jadi kebersamaan ini bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk dunia,” ungkapnya.

Giyanto, Staff Program ACT Jawa Tengah menjelaskan, target wilayah distribusi mencakup pelosok negeri, di mana mayoritas masyarakatnya sangat membutuhkan. Untuk wilayah distribusi di Jawa Tengah, akan menjangkau 35 kabupaten/kota dengan target  22.500 penerima manfaat.

“Saudara di pelosok Jawa Tengah akan kami sapa. Rencana distribusi kurban dari Lumbung Ternak Masyarakat (LTM) Sambong, Cepu, Blora didistribusikan ke tujuh zona, meliputi Solo Raya, Banyumas, Pati, Kedu, Semarang Raya, Pekalongan dan Tegal. Untuk segmen implementasi kurban tidak hanya di pelosok Jawa Tengah tetapi juga lokasi yang sering terdampak bencana alam, seperti di Trimulyo, Semarang dan Sayung, Demak. ” tutur Giyanto.

Ia menambahkan, Global Qurban tahun ini menggulirkan dua program baru pada momen kurban. Program tersebut adalah Kapal Qurban dan Dapur Qurban. Seiring dengan hal itu, momen kebersamaan juga akan dirasakan melalui program Dapur Qurban yang akan menyasar wilayah pra-sejahtera di tujuh zona distribusi kurban di Jawa Tengah.  (is)

39

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan