IKA Lemhannas Gelar FGD Wawasan Kebangsaan

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Wawasan Kebangsaan, IKA Lemhannas Jawa Tengah mengundang pemateri dari Deputi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Pengendalian dan Evaluasi Silverius Yoseph Soeharso serta Direktur Pemantaman Nilai-nilai Kebangsaan Lemhannas RI Laksamana Pertama (Laksma) TNI Suratno.
Deputi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Pengendalian dan Evaluasi Silverius Yoseph Soeharso mengatakan telah terjadi defisit pengetahuan tentang ideologi dan nilai-nilai Pancasila dari masyarakat.
“Presiden Jokowi berkomitmen untuk memantabkan ideologi Pancasila kepada warga negara, untuk itu pemerintah berupaya membumikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa,”jelasnya di Hotel Pandanaran, Selasa (17/7)
Menurutnya, telah terjadi degradasi nilai-nilai Pancasila sejak dibubarkannya Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) serta tidak lagi diberikannya penataran P-4 kepada siswa sekolah.
“Akibatnya, muncul sejumlah persoalan yakni tentang perbedaan pemahaman tentang Pancasila, muncul sifat-sifat individualisme dari masyarakat sehingga kesenjangan sosial semakin tinggi,”pungkasnya.
Untuk itu, pihaknya bersama Lemhanas berjuang, agar pemahaman tentang Pancasila punya persepsi yang sama yakni Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum.
Senada dengan Direktur Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhanas RI Laksamana Pertama (Laksma) TNI Suratno berdasarkan fakta-fakta yang ada sekarang ini, memang telah terjadi degradasi atau penurunan nilai-nilai Pancasila.
“Padahal, nilai-nilai itu diambil dari seluruh masyarakat Indonesia. Penurunan nilai-nilai itu terjadi, karena faktor dari luar yang mempengaruhi ke dalam,misalnya ideologi-ideologi dari negara lain, belum lagi pengaruh politik, ekonomi, sosial dan budaya ” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *