DKK Deklarasikan ODF di Kecamatan Ngaliyan

SEMARANG (Asatu.id) –  Pemerintah Kota Semarang melaksanakan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Kecamatan Ngaliyan, Rabu (18/7).

ODF merupakan program dari Dinas Kesehatan Kota Semarang berbasis lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit dengan mengurangi tingkat Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Hal ini dilakukan lantaran menurut data sejumlah 1,02 persen, masih terdapat 442 dari 43.390 Kartu Keluarga (KK) di Kecamatan Ngaliyan ada yang masih BABS.

Terutama wilayah Kelurahan Tambak Aji yang memiliki KK terbanyak untuk BABS, sebanyak 221 KK.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan Pemkot Semarang telah menyiapkan sarana dan prasarana berupa jambanisasi atau WC komunal, untuk mencapai ODF di Kota Semarang, salah satunya di Kecamatan Ngaliyan.

“Kami usahakan agar semua warga Kota Semarang seratus persen ODF. Karena buang air besar sembarangan selain membuat air tanah tercemar bakteri, dapat menjadi sumber penyakit seperti diare dan ispa, terutama bagi balita,” ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menambahkan Pemkot Semarang bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang, Disperkim dan CSR akan menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan kesehatan tersebut.

“Target penyelesaian untuk mencapai ODF 100 persen paling cepat pada 2018 ini dan paling lambat 2019. Semakin cepat semakin baik, tahun depan, kami usahakan selesai seratus persen agar penyakit tidak menyebar dan warga Kota Semarang semakin sehat,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *