Gubernur Ganjar Mengingatkan Taksi Bandara Tidak Boleh Monopoli

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa taksi bandara tidak boleh bermonopoli. Pihak Angkasa Pura 1 bisa bekerja sama dengan taksi lainnya.

“Apa yang terjadi di Bandara Ahmad Yani bisa jadi pelajaran. Angkasa Pura harus bisa transparan, serta belajar dari bandara lain yang lebih dulu bisa mengelola,” kata Ganjar.

Pernyataan Ganjar disampaikan menanggapi kejadian di Bandara Ahmad Yani. Ada penumpang yang turun dari pesawat dipaksa naik taksi yang merasa sudah bekerja sama dengan pihak pengelola bandara. Bahkan penumpang tersebut mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan, yaitu dibentak-bentak dan dilarang naik taksi lainnya.

Ganjar mengaku sudah menginstruksikan Dinas Perhubungan Jawa Tengah segera mengecek dan menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya ingin kejadian itu tidak terulang. Saya juga sudah meminta Dinas Perhubungan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.

Ganjar juga mensinyalir dugaan monopoli taksi bandara sudah beberapa kali terjadi. Untuk ith ia meminta pihak Angkasa Pura 1 selaku pengelola bandara segera turun tangan, karena informasi peristiwanya sudah menjadi konsumsi publik.

“Dulu di tempat yang lama (bandara lama) juga seperti ini. Yang sekarang ini malah mencuat. Maka intinya, kan ini bandaranya mumpung baru, segera GM (General Manager) untuk mengatur. Angkasa Pura 1 bisa bekerja sama dengan taksi lainnya. Seyogyanya harus bisa saingan layanan. Kalau ada saingan, pasti ada layanan yang lebih baik,” ujar Ganjar.

26

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan