Gus Munif: NU Selalu Jadi Pusat Perhatian

Ulama kharismatik KH Munif Mohammad Zuhri yang memberi tausiyah mengatakan, sejak didirikan hingga sekarang Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. Tidak hanya lingkup nusantara tetapi seluruh dunia.”Dalam sejarah bisa kita baca bagaimana kiai-kiai NU sampai diundang ke Hijaz untuk membahas berbagai persoalan umat di seluruh dunia. Ini bukan organisasi main-main. Tetapi para ulama mendirikannya untuk menjaga kemaslahatan umat,” kata pengasuh pondok pesantren Giri Kusumo, Mranggen, Demak itu.

Menurut Gus Munif, saat awal ingin mendirikan NU, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari bermunajat terlebih dahulu.

“KH Hasyim Asyari saat bermunjat selanjutnya berbaiat kepada NU, beliau didatangi Nabi Muhammad. Selanjutnya didirikanlah NU. Ini menandakan kalau Nabi merestui berdirinya NU,” paparnya.

Kiai Munif melanjutkan, seiring waktu berjalan, kelak Islam akan terpecah menjadi beberapa golongan. Menurutnya, amaliah NU mirip dengan aturan yang diajarkan Nabi Muhammad.

Menurutnya, salah satu tanda orang cinta kepada Nabi, ialah mereka yang suka bersholawat. Orang gemar membaca sholawat, kelak orang tersebut akan masuk surga bersama Nabi Muhammad.

“Ada resep yang bisa mengubah taqdir yaitu dengan bersholawat. Sebab, nabi pernah bersabda, yang bisa merubah taqdir itu karena sholawat,” imbuh Kiai Munif dalam bahasa Jawa.

Acara halal bihalal berlangsung meriah. Selain masyarakat, hadir pula sejumlah tokoh Kota Semarang dan Jateng, seperti mantan Wakil Gubernur Jateng Kiai Achmad, mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Ketua DPP MAJT KH Noor Achmad.

Ada juga Ketua MUI Kabupaten Demak KH Noor Asyiq, mantan Ketua Tanfidziah PWNU Jateng H Muhammad Adnan dan H Abu Hapsin, Ketua Yayasan Wahid Hasyim H Suwanto, Ketua Tanfidziah NU Kota Semarang KH Anashom dan sejumlah tokoh Jateng lainnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *