Di NU Jangan Lihat Jabatan, tetapi Berbuat Sesuai Peran

“Di manapun posisinya yang terpenting bagaimana cara berkhidmad kepada NU dan Indonesia,” katanya.Hal itu disampaikan KH Muzzamil pada acara silaturahim dan halal bihalal dengan tema “Ngumpulke Balung Pisah” NU se-Jateng di Kampus Fakultas Kedokteran Unwahas, Nongkosawit, Gunungpati, Semarang, Minggu (15/7).

Itu merupakan pidato pertama KH Muzzamil yang baru saja terpilih sebagai Ketua Tandidziyah PWNU Jateng dalam Konferwil di Grobogan, beberapa waktu lalu.

Menurut KH Muzzamil, warga NU memiliki tiga ukuran setiap mengambil suatu keputusan. Yakni, akidah, syariah dan ahlak. Tiga hal tersebut diterapkan baik sebagai warga NU maupun dalam berbngsa bernegara.

“Itu sebagaimana pemahaman yang kami dapat dari guru kami. Setiap akan mengambil keputusan harus mempertimbangkan tiga hal itu,” paparnya.

Oleh karena itu, Kiai Muzammil berpesan agar warga NU selalu menghormati alim ulama. Sebab NU tidak akan goyang menghadapai tantangan zaman kalau tetap bersatu.

“Jika diperintah ulama selalu samikna wa takna (mamperhatikan dan melaksanakan) karena demi kemaslahatan umat,” imbuhnya.

Hadir dalam acara itu para mantan Ketua PWNU Jateng, antara lain KH Achmad, Drs H Moh Adnan MA dan Dr H Abu Hapsin MA. Para profesor dan doktor dari kalangan NU didaulat duduk di panggung untuk membaca dzibaan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *