Atasi Permasalahan Sampah, Walikota Ajak Masyarakat Manfaatkan Bank Sampah

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan mengupayakan dalam hal pengendalian sampah plastik.

Berbagai upaya juga sudah dilakukan pemerintah Kota Semarang dalam menekan tingginya jumlah sampah.  Antara lain dengan pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos melalui kerjasama dengan PT Narpati sehingga menghasilkan gas methan yang dapat dimanfaatkan oleh 200 KK dan menghasilkan daya listrik.

Namun upaya tersebut dirasa belum menyelesaikan persoalan klasik tersebut untuk itu, Walikota yang akrab disapa Hendi meminta masyarakat Kota Semarang untuk dapat mengoptimalkan bank-bank sampah.

“Untuk itu saya minta masyarakat dapat melakukan gerakan untuk menekan sampah agar tidak sampai ke TPA. Utamanya sampah plastik seperti dengan cara menggunakan bahan yang tidak sekali pakai dan dapat dipakai berulang serta 3R,” pungkasnya.

Menurutnya Kota Semarang memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jatibarang seluas 67 hektar, yang apabila tidak dilakukan upaya pengendalian maka akan menimbulkan gunungan sampah di TPA tersebut.

Hendi menegaskan, jika persoalan sampah hanya dipikirkan Pemerintah saja maka tidak akan mampu mengendalikan sampah. Apalagi per hari Kota Semarang menghasilkan sampah hingga 1.000 ton.

“Kalaupun bisa pasti membutuhkan waktu yang lama. Untuk itu saya ajak warga Semarang untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menuturkan Kota Semarang memiliki 50 bank sampah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Hal ini sebagai upaya menekan penumpukan sampah di TPA Jatibarang. Jadi total Sebanyak 20 persen sampah dikelola di bank-bank sampah sebelum kemudian sisanya di buang ke TPA,” ujarnya

Lebih lanjut Gunawan menuturkan, dari bank sampah dilakukan pilah sampah antara sampah organik dan non organik, yang nantinya sampah organik dapat diolah menjadi pupuk sementara untuk sampah non organik dapat diolah menjadi tas, vas bunga dan kerajinan lainya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *