MUI Tawari Perguruan Tinggi Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama

SEMARANG (Asatu.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng menawari rektor perguruan tinggi se-Jateng untuk mengevaluasi kurikulum dan silabi mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Untuk memudahkan kerja, MUI akan menyusun kurikulum atau silabi PAI di perguruan tinggi nanti, para rektor kita undang dalam suatu Focus Group Discussion (FGD). Terutama perguruan tinggi negeri dan umum,” kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jateng Ali Mufiz.

Ali Mufiz menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Halaqah Ulama ”Peluang dan Tantangan Dakwah Generasi Millenia” di Hotel Grasia Jl Sultan Agung Semarang, belum lama ini.

Halaqah yang diselenggarakan selama dua hari tersebut merupakan kerja sama MUI Jateng dengan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Dalam diskusi yang dimoderatori Dr Satjuni dari Unissula, Ali Mufiz tampil bersama Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr KHM Cholil Nafis.

Menurut Ali Mufiz tidak hanya persoalan jumlah SKS yang sangat minim, materi Alquran dan Hadist serta pengetahuan Islam Moderat atau Islam Wasatiyyah harus disampaikan kepada para mahasiswa.

“Jadi tidak sekadar merekomendasikan pentingnya penambahan mata kuliah agama di perguruan tinggi, tetapi sekaligus evaluasi tentang materi Pendidikan Agama Islam (PAI). Jangan ada lagi dosen menggiring ke arah ajaran radikal,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu. (is)

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan