Masyarakat Penambang Pasir dan Batu Jadi Inspirasi Dua Pelukis Unnes

SEMARANG (Asatu.id) – Dua pelukis yang juga mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) memamerkan hasil karyanya di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Semarang, Jumat malam (13/7). Pameran yang dibuka hingga tiga hari ke depan mengusung dua konsep seni lukis yang berbeda, yaitu realis dan abstrak.

Angga pelukis yang memilih konsep realis pada lukisannya mengatakan karyanya terinspirasi oleh aktivitas penambang pasir dan batu di Lereng Muria.

“Saya ingin menyampaikan pesan pada masyarakat tentang nilai-nilai humanistik. Salah satu cirinya kan masyarakat yang acuh dengan keadaan lingkungan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagai seorang pekerja tambang pasir dan batu tidaklah mudah.

“Dalam lukisan saya, saya ingin mengajak orang lain untuk bersyukur atas profesinya karena menurut para penambang bekerja sebagai penambang itu sangat sulit. Namun, demi menghidupi keluarganya terpaksa harus dilakukan,” tambahnya.

Sementara, Dedy Setiawan pelukis yang memilih ide abstrak pada karyanya mengatakan hasil karyanya merupakan inspirasinya untuk menuangkan rasa dalam warna dan corak.

“Membutuhkan waktu tiga bulan untuk membuat konsep, dan melukis lukisan ini  membutuhkan waktu selama satu bulan. Dengan tema ekspresioni saya mencoba menggabungkan dengan lukisan realis,” ucapnya.

Menurutnya, hasil karyanya membawa pesan kepada masyarakat untuk berpikir lebih luas.

“Saya menggabar ini agar orang awam tidak hanya menilai sesuatu baik dari yang nampaknya baik. Tidak pakem pada sebuah karya yang realis, tapi ada rasa yang dituangkan,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *