Jamaah Haji Lansia Beresiko Tinggi dari Kota Semarang Sebanyak 701 Orang

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 701 jamaah haji lansia katagori jemaah beresiko tinggi  lolos tes kesehatan  dan siap diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Semarang, Muhammad Habib mengatakan total seluruh jamaah haji dari Kota Semarang sebanyak 1.919 jemaah.  Sementara Jemaah haji katagori risiko tinggi berusia 50 sampai 85 tahun sebanyak 701 jemaah.

“701 jamaah bersiko tinggi, memang jumlahnya cukup besar hampir separo dari total jumlah Jemaah. Namun mereka semua sudah dinyatakan lolos dalam tes kesehatan dan siap diberangkatkan,” katanya, kemarin.

Lebih lanjut, Habib mengungkapkan untuk pendampingan jamaah beresiko tinggi pihaknya sudah menyiapkan tenaga medis, hal itu bertujuan untuk memastikan para Jemaah bisa menjalankan ibdahnya dengan lancar.

“Ada pendampingan khusus selama disana (di tanah suci) tenaga medis sudah disiapkan,” katanya.

Namun demikian, Lanjut Habib ada beberapa orang yang mengidap penyakit menahun seperti jantung dan ginjal yang tidak diizinkan untuk berangkat. Hal itu dikarenakan termasuk dalam syarat larangan berangkat haji, bagi jamaah yang mengidap penyakit khusus atau pun penyakit menahun.

“Aturan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tidak menerima jemaah yang melakukan cuci darah. Pertimbanganya mungkin karena alatnya mahal. Selain itu tenaga medis pasti akan mengalami kerepotan jika menangani hal-hal tersebut karena keterbatasan alat,” ungkapnya.

14

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan