Tim Verifikasi SKTM Wilayah I Coret 200 Calon Siswa SMA/SMK Negeri

SEMARANG (Asatu.id) – Kerja tim verifikasi yang dibentuk Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah I Semarang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, untuk menelusuri penyalahgunaa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), menampakkan hasil.

Setelah tim menggelar verifikasi faktual dengan mendatangi rumah calon siswa yang tersebar di enam kabupaten/kota, akhirnya mencoret 200 orang calon siswa SMA dan SMK Negeri yang menggunakan SKTM aspal (asli tapi palsu).

Enam kota/kabupaten itu adalah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Demak, Kendal, dan Kabupaten Grobogan.

“Sesuai perintah Pak Gubernur, kami lakukan pencoretan. Dari verifikasi faktual di lapangan, ada 200 siswa yang menggunakan SKTM tidak layak,” kata Kepala BP2MK Wilayah I, Bagus Surjanto, Kamis (12/7).

Bagus menjelaskan, di enam kabupaten/kota tersebut ada 38 SMK Negeri dan 68 SMA Negeri. Sementara daya tampung SMA Negeri di enam wilayah tadi ada 21.753 siswa dan yang mendaftar dengan SKTM ada 3.290 siswa. Pasca verifikasi faktual, dari 3.290 SKTM ada 73 SKTM yang dinilai tidak layak.

Sedangkan daya tampung SMK Negeri di enam wilayah tersebut, ada 16.966 siswa, dan yang mendaftar dengan SKTM tercatat ada 2.714 siswa. Setelah diverifikasi faktual, tim menemukan 127 SKTM tidak layak.

“Kami tegaskan, siswa yang dicoret dipersilakan mendaftar ke sekolah swasta. Karena tidak ada lagi pendataran di SMA dan SMK Negeri,” tandasnya.

 

19

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan