Tak Ada Surat Perintah, Pembongkaran Rumah di Tambakrejo Batal

SEMARANG (Asatu.id) – Rencana pembongkaran rumah di Tambakrejo untuk proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) terpaksa harus dibatalkan, lantaran tidak adanya surat perintah resmi untuk melakukan pembongkaran, Jumat (13/7).

Ibu Bonisih (60), mengatakan Satpol PP yang datang pada pagi tadi tidak dapat menunjukkan surat perintah resmi untuk melakukan pembongkaran.

“Tadi pagi sekitar pukul 10.00 satu truck Polisi Pamong Praja datang untuk membongkar rumah di sini. Tapi, mereka tak dapat menunjukkan surat perintah resmi yang dipertanyakan warga,” tuturnya.

Ia menambahkan, petugas yang datang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

“Mereka datang tanpa ada pemberitahuan dahulu, namun sudah bersiap membawa linggis dan palu,” tambahnya.

Di sisi lain, sambungnya, warga sebenarnya tidak menolak penggusuran, namun hanya menuntut kejelasan nasib.

“Kami tidak menolak digusur, tapi kami menuntut kejelasan ganti rugi atas bangunan kami yang dibangun atas keringat kami yang hingga sekarang belum ada kejelasan,” pungkasnya.

 

14

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan