Pembangunan LRT Tahap I Butuh Rp 1,8 Triliun

SEMARANG (Asatu.id) – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) tahap pertama memerlukan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun. Pembangunan tahap pertama dimulai dari Bandara sampai Pasar Bulu.

Nantinya LRT akan dibuat sembilan koridor yakni, koridor I meliputi, Mangkang-Kalibanteng (12,2 km), koridor 2 bandara – Stasiun Tawang (10,1 km), koridor 3 Simpang Lima- Stasiun Tawang – Dr Cipto (8 km), koridor 4 Penggaron-Simpanglima (8,7 km), koridor 5 Dr Cipto-Citarum-Fatmawati (9,4 km), koridor 6 Stasiun Tawang- Pelabuhan (7,3 km), koridor 7 Fatmawati- Bangetayu (6,8 km), koridor 8 Kalibanteng-Pamularsih-Milo (7,8 km) dan koridor 9 Bandara-Madukoro-Pasar Bulu-Cokroaminoto-Simpanglima (8,1 km).

Kasubag Perencanaan Dishub Kota Semarang Joko Santosa mengatakan, untuk tahap pertama rencananya akan dibangun mulai Bandara Ahmad Yani sampai ke Pasar Bulu. Dan akan dilengkapi enam sampai delapan unit metro kapsul. Satu unit metro kapsul bisa mengangkut 80 orang. Setiap selang tiga sampai lima menit nanti akan ada metro kapsul.

”Estimasi anggaran dari Bandara sampai ke Bulu itu yang dibutuhkan sekitar Rp 1,2 triliun untuk satu track, kalau dua tarck sekitar Rp 1,8 triliun,”  katanya, Jumat (13/7).

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, rencana akan ada beberapa stasiun pemberhentian yakni di Bandara, PRPP, Madukoro, Pasar Kokrosono dan Pasar Bulu. Selain itu, jalur LRT juga akan diselaraskan dengan jalur BRT.

“Jalur akan diselaraskan dengan jalur BRT, sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi mana yang diinginkan,” imbuhnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *