Mahasiswa Fisika Undip Ciptakan ‘Desper’ Solusi Krisis Air Bersih

SEMARANG (Asatu.id) – Tiga mahasiswa Fisika Universitas Diponegoro membuat sebuah inovasi bernama Desper (Destilasi Super).

Hani Ma’rufah bersama dua rekan di kampusnya, Ragil Adi Nugroho, dan Lana Milatul Khusna menggagas sebuah alat yang berfungsi untuk pemurnian atau pengurangan kadar garam (salinitas) air laut sehingga dihasilkan air tawar yang memiliki tingkat salinitas yang rendah.

“Kami melihat fakta bahwa permasalahan krisis air bersih masih saja terjadi di daerah pesisir yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Padahal air bersih merupakan kebutuhan paling penting untuk menunjang aktivitas hidup manusia.” ujar Hani kepada Asatu.id, (13/7).

Menurutnya, diperlukan usaha-usaha penyedian air bersih baik dalam skala besar maupun skala kecil untuk menjaga kesehatan penduduk khususnya untuk penyediaan air bersih wilayah pesisir.

“Ada beberapa metode penyulingan air laut seperti reverse osmosis dan elektrodialysis, namun metode itu memerlukan banyak biaya. Maka dari itu kami membuat sebuah inovasi bernama Desper (Destilasi Super) dimana alat tersebut memiliki fungsi yang sama tetapi memiliki biaya yang lebih murah.” tambahnya.

Selain itu, sambungnya, diperlukan riset selama tiga bulan untuk menemukan alat yang dibuat berbasis lensa cembung, fotokatalis Ag doped ZnO dan pemanas bertenaga surya.

“Butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan alat Desper ini. Kami merancang alat ini di Laboratorium Material Fisika, Undip dengan bantuan dosen pembimbing Prof Dr Heri Sutanto, SSi MSi,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *