Pelayanan Perizinan Jateng Terbaik Nasional

JAKARTA (Asatu.id)  – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah meraih peringkat pertama dalam penghargaaan Investment Award yang digelar oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

PTSP Pemprov Jawa Tengah menjadi yang terbaik se-nasional mengungguli Pemprov Jatim di peringkat kedua dan Pemprov DKI Jakarta di peringkat ketiga.

Piala Investment Award ini diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartato kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP di Ruang Nusantara Gedung BKPM Jl Jenderal Gatot Subroto No. 44 Jakarta, Kamis (12/7).

Selain DPMPTSP Jateng yang meraih peringkat pertama untuk kategori provinsi, Kota Surakarta dan Semarang juga mendapat peringkat kedua dan ketiga untuk kategori Kota/KEK/KPBPB. Sedangkan Kabupaten Sragen meraih peringkat kedua kategori Kabupaten.

Pada Investment Award ini secara keseluruhan Provinsi Jawa Tengah meraih banyak penghargaan.

Selain PTSP yang meraih peringkat satu hingga tiga masih ada lima kabupaten lain yang meraih penghargaan sebagai nominee PTSP terbaik, antara lain Kabupaten Semarang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, Boyolali, Cilacap, dan Demak.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan Investment Award ini untuk mendorong daerah dalam memberikan standar pelayanan yang lebih baik kepada investor yang masuk ke Indonesia.

Sehingga bisa meningkatkan pelayanan perizinan penanaman modal dan percepatan kemudahan berusaha di daerah.

“Penghargaan ini diharapkan juga bisa memotivasi PTSP lain di seluruh Indonesia yang belum meraih penghargaan untuk memperbaiki layanan perizinan dan non perizinan daerah untuk peningkatan ekonomi daerah, membuka lowongan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Dijelaskan, BKPM menyurvei sekitar 565 PTSP mulai dari tingkat provinsi, tingkat kota/KEK/KPBPB, dan tingkat kabupaten.

Dari jumlah tersebut BKPM memberikan penghargaan terhadap 20 PTSP terbaik tingkat kabupaten, 10 PTSP terbaik tingkat kota/KEK/KPBPB, serta 10 PTSP terbaik tingkat provinsi.

Penilaian dan pemeringkatan, lanjut Thomas, dikerjasamakan antara BKPM dengan beberapa lembaga kementerian maupun non kementerian, antara lain Kemenko Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, Setwapres, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, BPKP, dan KPPOD.

“Jadi prosesnya sangat bottom up dan inklusif karena melibatkan banyak kementerian dan lembaga nonkementerian,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penghargaan yang diperoleh merupakan hasil dari perjuangan panjang yang dilakukan Pemprov Jateng dalam memperbaiki sistem pelayanan perizinan.

“Dari luar kita lihat berapa syarat yang bisa diringkas, dan proses waktunya bisa dipercepat. Kita juga memberikan pendampingan. Jadi jika ada orang mau investasi ke Jateng dan bingung, kita dampingi apa yang harus dilakukan. Maka tadi pak menteri bilang, Jateng banyak dilirik investor bahkan yang ingin relokasi pabriknya,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengatakan PTSP menjadi bagian penting yang memang diperhatikan selama ia memimpin karena banyaknya komplain dari pengusaha.

Salah satu terobosan yang dilakukan DPTMPTSP yakni dengan membuat Sistem Aplikasi Perizinan Jawa Tengah (SIAP Jateng) yang dilaunching pada akhir 2017.

Ini sebagai komitmen pelayanan mudah, murah, dan cepat.

Hal yang masih menjadi pekerjaan rumah ungkapnya yakni memperbaiki sistem informasi tentang investasi di Jawa Tengah. Selain itu juga kerjasama yang baik dengan kabupaten kota.

“Saya berharap di sistem informasi ini akan memudahkan calon investor untuk mengetahui kondisi investasi di Jateng, jadi kalau mau investasi tinggal apply dan saat calon investor datang itu sudah ada gambaran tempat di mana dan mau investasi apa,” terangnya.

Namun demikian, ia menegaskan Jateng ramah investasi tetap memperhatikan lingkungan, tata ruang serta kondisi sosial daerah sekitar.

Sementara Gubernur Ganjar sangat bangga dan mengapresiasi prestasi yang ditorehkan DPMPTSP Jawa Tengah dan PTSP daerah lain yang juga memperoleh peringkat maupun masuk nominasi PTSP terbaik.

Menurutnya PTSP Jateng sudah bisa menerjemahkan pelayanan mudah, murah, cepat yang ia inginkan ke dalam bentuk pelayanan inveatasi.

Untuk lebih meningkatkan kinerja dari PTSP, dia menginginkan PTSP provinsi hingga kabupaten/kota bisa membuat SOP yang akan digunakan sebagai standar regulasi pelayanan investasi di seluruh Jawa Tengah.

Sehingga deregulasi dan debirokratisasi yang dilakukan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat yang mau berinvestasi di Jawa Tengah.

“Saya ingin PTSP provinsi dan kabupaten/kota berembug mencari pengalaman yang terbaik untuk dijadikan SOP. Kalau ada yang harus dipotong ya dipotong, kalau ada yang diperbaiki ya diperbaiki, kalau ada yang diringkas ya diringkas. Maka akan ada kepastian-kepastian yang akan mendorong investasi ke Jawa Tengah lebih menarik,” pungkasnya.

20

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan