Ganjar Geram, Separo Lebih Calon Siswa Gunakan SKTM Dicoret

SEMARANG (Asatu.id) – Lebih dari separo calon peserta didik yang menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dicoret. Banyaknya calon siswa yang mendaftar sekolah negeri dengan menggunakan “surat miskin” itu sempat membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo geram.

Pada tahun ajaran 2018/2019 ini, jumlah calon peserta didik yang mendaftar di Jawa Tengah yang menggunakan SKTM tercatat 62.456. Sedangkan yang diloloskan menggunakan SKTM, ada 26.507 calon siswa. Berarti lebih dari separuh pendaftar yang menggunakan SKTM dicoret dari bursa pendaftaran.

Pencoretan dilakukan karena SKTM yang digunakan adalah asli tapi palsu alias aspal. Sementara dari daya tampung semua sekolah negeri di Jateng, jumlah pendaftar masih belum mencukupi.

Berdasarkan data penerimaan peserta didik baru (PPDB), daya tampung SMAN se-Jateng sebesar 113.325 siswa, sedangkan yang mendaftar ada 113.092 siswa. Dengan demikian, Jateng kekurangan 233 siswa.

“Karena persoalan SKTM menimbulkan permasalahan saat pendaftaran sekolah, maka harus ada perbaikan. Kita melakukan pendidikan pada dua hal, satu orang tua murid tolong jangan didik anak berbohong hanya karena pengin dapat sekolah tertentu,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, pemerintah  berkomitmen akan bantu, yang tidak dapat sekolah akan  disalurkan. Sebab pemerintah juga punya keinginan, agar sekolah swasta juga terisi nantinya.

“Jadi tidak semua ke sini (negeri). Ini juga mendidik kami bekerja profesional, sehingga bisa memberi layanan yang terbaik. Karena banyak masukan soal SKTM aspal dari masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng harus lebih serius melakukan verifikasi kepada calon siswa,” ujar Ganjar.

“SKTM itu peraturan menteri. Aturan siswa miskin minimum 20 persen, tapi tidak diatur maksimalnya. Kalau seperti itu, serahkan kepada kami biar kami yang atur,” tambahnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *