Polda Bentuk Tim Selidiki Penyalahgunaan SKTM

SEMARANG (Asatu.id) – Kasus penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftar sekolah ternyata terus mencuat di masyarakat. Menaggapi hal itu, Polda Jateng segera membentuk tim di tingkat Polda dan Polres untuk melakukan penyelidikan dan penindakan secara hukum.

Hal itu disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono seusai melaksanakan upacara Hari Bhayangkara di Lapangan Polda Jateng, Rabu (11/7).

Kapolda memaparkan, tim tersebut dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus dan di bawahnya beranggotakan Kasatreskrim tiap-tiap polres.

“Dengan dasar hukum pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, anggota tim akan memroses para penyalahguna SKTM, terutama untuk mendaftar sekolah,” tegas Kapolda.

Menurut Kapolda, lewat penyelidikan timnya, jika seseorang nantinya terbukti melakukan pelanggaran maka ancaman pidananya enam tahun.

“Jadi tim ini nanti akan bergerak karena memang memprihatinkan sekali. Kebijakan yang baik untuk masyarakat miskin namun dimanfaatkan oleh yang mampu,” tutur Kapolda.

Salah satu ayat dalam pasal 263 KUHP menyebutkan bahwa pembuat surat palsu akan dijerat hukuman pidana enam tahun. Sementara orang yang memakai juga akan mendapat ancaman pidana yang sama.

“Tim ini kami bentuk untuk memproses dan bukan hanya di tingkat Polda namun juga Polres, karena memang ini cukup massiv ya kejadiannya, ada yang satu kabupaten 200 ribu SKTM. Kami imbau masyarakat yang mampu untuk bijak, jangan merebut hak mereka yang kurang mampu,” tegas Kapolda.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *