Walikota Imbau OPD Bisa Penuhi Target Pendapatan 2018

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dorong sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mencapai target pendapatan Tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan saat Rapat Koordinasi Evaluasi Pendapatan Semester  I Tahun Anggaran 2018, di Thamrin Square, Senin (9/7).

Dalam rapat tersebut Dishub misalnya, memaparkan pendapatan parkir tepi jalan hingga Juni 2018 yang baru menghimpun Rp 1,42 miliar. Padahal target pajak sektor tersebut sekitar Rp 15 miliar.

Kemudian dinas perdagangan yang ditarget pendapatan sebesar Rp 25 miliar. Dari jumlah tersebut saat ini baru terealisasi sekitar 26 persen.

Dinas perumahan dan permukiman (Perkim) yang ditarget Rp 3,9 miliar, hingga kini baru terealisasi Rp 1,6 miliar.Sementara Dinas perikanan hingga Juni 2018 baru mendapat sekitar 30,4 persen dari target Rp 150 juta.

Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto dalam kesempatan tersebut mengaku salah satu faktor lambatnya penyerapan pendapatan karena terbatasnya jumlah petugas Kelurahan untuk melakukan penarikan retribusi PKL. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar penarikan retribus dikelola langsung oleh Dinas terkait.

“Kita sudah berusaha maksimal seperti menaikan tarif retribusi pasar, walau beberapa pedagang banyak yang menolak aturan itu tetap kita jalankan. Yang jadi persoalan petugas dilapangan sangat terbatas, jadi mungkin ada baiknya pengelolaan atau penarikan retribusi langsung dilimpahkan ke dinas,” katanya.

Namun demikian, pihaknya optimis bisa mencapai target pendapatan tersebut. Apalagi saat ini beberapa pasar sudah menggunakan sistem e-retribusi yang menggandeng perbankan.

”Kami optimis bisa mencapai target pendapatan yang dipatok tahun ini sebesar Rp 25 miliar,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Muthohar menerangkan, pendapatan Perkim sebagian besar berasal dari rusunawa dan layanan pemakaman. Salah satu kendala banyaknya penghuni rusunawa yang menunggak pembayaran retribusi, hal ini diakibatkan waktu yang berbenturan dengan Idul Fitri dan menghadapi tahun ajaran baru.

“Sudah terealisasi 40 persen atau sekitar Rp 1,6 miliar dari target Rp 3,9 miliar,” ungkapnya. (bud)

 

 

16

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *