Terindikasi Palsu, 505 SKTM Dicoret

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan berdasar data, sebanyak 505 Surat Keterangan Tidak Mampu (KTM) sudah dicoret atau didiskualifikasi karena terindikasi palsu dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Masalah SKTM mencuat setelah muncul banyak laporan dugaan pemalsuan SKTM yang tidak sesuai kondisi yang sebenarnya. SKTM yang dikeluarkan pihak kepala kelurahan atau kepala desa tersebut dilampirkan calon peserta didik untuk mendongkrak nilai dan menambah poin agar bisa diterima sebagai siswa baru.

Terkait dengan itu, Ganjar memperingatkan panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dan pihak sekolah untuk terus melakukan verifikasi data calon siswa yang menggunakan SKTM.

Data yang disampaikan Ganjar merupakan data yang telah dimutakhirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi Jawa Tengah pada Minggu (8/7) pukul 12.20 WIB. Ganjar bertekat akan terus memantau perkembangan selanjutnya.

“Kepada panitia atau guru atau kepala sekolah, segera verifikasi dan jangan ada yang main-main. Terima kasih,” pesan Ganjar, Senin (9/7) siang.

Sebelumnya Ganjar sudah memperingatkan para orangtua calon siswa untuk mengutamakan kejujuran, terkait penggunaan SKTM sebagai tiket masuk sekolah.

“Mari kita jujur pada diri sendiri. Jangan mengaku miskin agar dapat diterima di sekolah pilihan,” pesannya. (is)

 

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan