DPRD Kota Prihatinkan Penyalahgunaan SKTM

SEMARANG (Asatu.id) – Carut marut soal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diduga disalahgunakan, kini sedang marak menjadi perbincangan berbagai kalangan, termasuk para pejabat, terutama yang bersinggungan dengan bidang pendidikan.

SKTM banyak diburu orang tua untuk melengkapi persyaratan pendaftaran sekolah anaknya agar diterima di sekolah favorit. Dengan menyertakan SKTM, poin nilai bertambah, bahkan bisa menggeser jumlah poin anak-anak pintar yang mendaftar tanpa SKTM.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narindro mengaku prihatin. Sebab pihaknya juga banyak menerima laporan adanya orang tua siswa yang menyerahkan SKTM saat mendaftarkan anaknya ke sekolah. SKTM itu dikategorikan palsu karena orang tua tersebut ternyata dari keluarga mampu.

“Kalau begini kasihan calon siswa yang berhak masuk sekolah tujuan malah kalah sama SKTM. Yang mampu jangan mengaku miskinlah,” kata Laser.

Politisi Partai Demokrat itu menilai, pemberian SKTM khususnya untuk sekolah di bawah naungan Pemprov Jateng masih semrawut.

Laser menyarankan data keluarga miskin (Gakin) sebaiknya diintegrasikan ke sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja biar tidak ada manipulasi data kemiskinan.

“Kalau bisa jangan dialihkan ke pihak ketiga pengelolaannya. Karena bagaimanapun, itu data dan administrasi negara. Kasihan yang benar-benar miskin malah gak terakomodir,” katanya.

25

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan